Ini yang Bikin Pedagang Kurma di Tanah Abang Percaya Diri Jualan di Pinggir Jalan

Alasan tersebut disampaikan Hasan, salah satu pemilik lapak oleh-oleh haji yang sering disebut pedagang kurma.

Ini yang Bikin Pedagang Kurma di Tanah Abang Percaya Diri Jualan di Pinggir Jalan
Warta Kota/Rangga Baskoro
PKL di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Sadar diri melanggar peraturan dan menyebabkan kemacetan di Jalan KH Mas Mansyur, khususnya arah Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, sejumlah pedagang kurma punya banyak alasan.

Selain urusan makan, alasan menggelar lapak dagangan juga karena dilegalkannya pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Alasan tersebut disampaikan Hasan, salah satu pemilik lapak oleh-oleh haji yang sering disebut pedagang kurma. Dirinya mengaku percaya diri berjualan di sisi jalan, karena telah mengantongi izin dari pemilik ruko yang berada di belakang tenda dagangannya.

Baca: Soal Penataan Tanah Abang, Lulung Minta DPRD Jangan Buru-buru Ajukan Interpelasi

Walaupun, teguran dari pihak Satpol PP maupun petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat yang berjaga, kerap kali dilontarkan kepadanya. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi pedagang Jatibaru yang diketahui liar, tetapi justru kini dilegalkan pemerintah.

"Kita sudah punya izin kok dari yang punya ruko, kita sewa. Kita juga enggak makan jalan, batasnya (jalan) kan dari ujung puskesmas sampai sini, kita di parkiran ruko," kilahnya sembari menunjuk ujung pagar tembok Rumah Sakit Tipe D Kecamatan Tanah Abang, hingga batas akhir taman depan Masjid Jami Al Makmur, Selasa (27/2/2018).

Karena alasan tersebut, dirinya menyinggung kondisi PKL Jalan Jatibaru yang kini justru dilegalkan turun ke jalan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Dirinya berharap para pedagang kurma yang telah puluhan tahun menempati lokasi, turut dilegalkan menjadi pusat penjualan kurma oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca: Pedagang di Jalan Jatibaru Bakal Ditempatkan di Skybridge Tanah Abang

"Jadi binaan mungkin, tapi tempatnya di sini aja, jangan dipindah. Kita pernah coba di seberang (Said Naum), jualan sepi soalnya enggak kelihatan. Beda kalau permintaan kita diturutin juga, pagarnya dijebol, jadi orang bisa belanja langsung dari jalan," paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta Irwandi mengaku tidak dapat mengabulkan permintaan itu. Sebab, salah satu syarat dibangunnya lokasi binaan tidak mengganggu ketertiban.

"Sementara pedagang bikin macet, karena kita tetap akan dorong untuk relokasi," ucap Irwandi dihubungi pada Selasa (27/2/2018). (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help