Warga Protes Pembangunan Terowongan Tol Kunciran-Serpong 

Pembangunan terowongan memakan akses jalan untuk warga yang melintas. Awalnya diproyeksikan hanya 6 meter, kini menjadi 10,5 meter.

Warga Protes Pembangunan Terowongan Tol Kunciran-Serpong 
Warta Kota/Andika Panduwinata
WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG --- Pembangunan Jalan Tol Kunciran-Serpong semakin dikebut pengerjaannya. Namun pelaksanaan proyek ini menuai protes keras dari sejumlah warga Pakujaya Permai, Serpong, Tangerang Selatan.

Rombongan warga yang menentang pembangunan jalan Tol tersebut datang ke lokasi. Mereka menolak terowongan Tol Kunciran - Serpong yang dibangun di lokasi sekitar.

WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018).
WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Terlebih pembangunan terowongan dianggap sangat merugikan dan meresahkan. Berbagai spanduk pun dibentangkan dalam aksi protes yang dilayangkan oleh masyarakat setempat.

"Pembangunan Tol Kunciran-Serpong yang melintas di wilayah kami, terdampak bagi sarana jalan dan lainnya," ujar Rudy (38) warga Pakujaya Permai, Serpong, Tangerang Selatan kepada Warta Kota, Minggu (25/2/2018).

WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018).
WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ia menyebut pelaksanaan pembangunan terowongan memakan akses jalan untuk warga yang melintas. Awalnya diproyeksikan hanya 6 meter, kini menjadi 10,5 meter.

"Lebar jalan utama sebagai akses warga menjadi sempit," ucapnya.

Tak hanya itu, berbagai permasalahan pun muncul. Mulai dari tertutupnya drainase serta membongkar trotoar bagi pengguna jalan.

"Saluran air dan trotoar jadi hilang," kata Rudy.

WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018).
WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Menurutnya jika dibiarkan seperti ini wilayah tersebut bisa terendam. Warga berharap agar PT Waskita Karya sebagai pemegang proyek mengembalikan luas jalan utama seperti semula.

"Jadi kami protes minta terowongan Jalan Tol Kunciran - Serpong dilebarkan. Dikembalikan lagi trotoar untuk pejalan kaki dan saluran gotnya," ungkapnya.

Aksi demo ini turut dilakukan penjagaan ketat oleh jajaran Polsek Serpong dan Polres Tangerang Selatan. Sejumlah pihak terkait pun didatangkan guna melakukan mediasi, mulai dari Kapolsek, Koramil, Camat, Lurah serta perwakilan warga lainnya. 

WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018).
WARGA Pakujaya Permai, Serpong, Kota Tangerang Selatan, memprotes pembangunan terowongan Tol Kunciran-Serpong, Minggu (25/2/2018). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Sekretaris PT Waskita Karya Shastia Hadiarti menjelaskan, pihaknya sedang mengonfirmasi PT Marga Trans Nusantara (MTN) sebagai pemberi kerja dalam proyek ini.

"Untuk desain awal sudah sesuai dengan desain yang kami terima dari pemberi kerja. Namun terkait permintaan pelebaran terowongan, kami sudah melakukan koordinasi dan saat ini menunggu konfirmasi dari pemberi kerja," papar Shastia.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help