Indonesia Percaya Diri Terpilih untuk Keempat Kalinya Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Dia pun enggan menyebutkan jumlah negara yang telah mendukung Indonesia pada pemilihan DK PBB Juni mendatang.

Indonesia Percaya Diri Terpilih untuk Keempat Kalinya Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Direktur Keamanan Internasional dan Persenjataan Kemeterian Luar Negeri Grata Endah Wardaningtyas, di Ruang Palapa, kantor Kemenlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018). 

WARTA KOTA, PEJAMBON - Direktur Keamanan Internasional dan Persenjataan Kementerian Luar Negeri Grata Endah Wardaningtyas mengatakan, Indonesia percaya diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Tentunya kita percaya diri, dan itu tidak begitu saja lahir. Itu dilihat dari track record kita (Indonesia), di mana kita memiliki credential dan kompetensi yang cukup baik untuk menjadi anggota DK PBB," tutur Grata di Ruang Palapa, Kemenlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018).

Grata mengatakan, jika Indonesia tahun ini diberikan kesempatan lagi menjadi anggota tidak tetap DK PBB, keikutsertaan Indonesia menjadi keempat kalinya.

Baca: Ingin Kembali Operasikan Becak di Jakarta, Ini Penjelasan Anies Bawedan

"Sebagai catatan, rekam jejak kita (Indonesia) bukan hanya dari tahun ini. Kalau berhasil ini adalah keanggotaan kita yang keempat kalinya. Jadi kita sudah menmbangun track record kita dalam keanggotaan kita di tiga periode sebelumnya," ucap Grata.

Dia pun enggan menyebutkan jumlah negara yang telah mendukung Indonesia pada pemilihan DK PBB Juni mendatang. Namun, Grata menyebut dukungan untuk Indonesia telah melebih ambang batas pencalonan anggota itu.

"Kita bekerja keras untuk menggalang dukungan ke sejumlah negara. Mudah-mudahan tak ada hal besar yang mengganggu di dalam negeri maupun luar negeri, (dukungan ke Indonesia) melebihi dua per tiga ambang batas untuk menduduki kursi DK PBB," ungkap Grata.

Baca: Siap Buka Bisnis Kuliner, Catherine Wilson Takkan Tinggalkan Dunia Hiburan

Pemilihan yang akan berlangsung pada Juni nanti, tidak hanya memilih anggota dari kawasan Asia Pasifik. Kata Grata, sejumlah negara di wilayah lain juga akan bersamaan pemilihannya, yakni kawasan Eropa, Afrika, serta Amerika Latin.

"Pemilihan anggota non tetap DK PBB tidak hanya bagi Asia Pasifik yakni Indonesia dan Maladewa, tetapi juga saat yang sama ada pemilihan dari negara barat Eropa, dan grup lainnya, yaitu Belgia, Jerman, dan Israel. Lalu kawasan Amerika Latin, yaitu Argentina dan Republik Dominika, serta kawasan Afrika, yaitu Afrika Selatan dan Namibia, jadi pemilihannya berdasarkan kawasan," jelas Grata. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help