Pengerukkan Sedimen Lumpur di Saluran PHB Utan Jati Terhalang Sejumlah Bangli

Bangli-bangli semi permanen itu pun tak hanya dijadikan tempat tinggal, namun dijadikan pos, dan warung makanan.

Pengerukkan Sedimen Lumpur di Saluran PHB Utan Jati Terhalang Sejumlah Bangli
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah bangunan liar menghambat pengerukan sedimen lumpur di sepanjang saluran penghubung yang berlokasi di Jalan Utan Jati, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (22/2). 

WARTA KOTA, KALIDERES -- Pengerukkan sedimen lumpur di sepanjang saluran penghubung (PHB) yang berlokasi di Jalan Utan Jati, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, terhalang dengan ada sejumlah bangunan liar (Bangli), Kamis (22/2).

Adanya bangli, alat berat tak leluasa mengeruk sedimen lumpur di saluran PHB tersebut.

Sejumlah bangli yang berada di saluran PHB di Jalan Utan Jati, berdiri tegak berimbas sebuah bekhoe urung lakukan pengerukkan lumpur.

Sejumlah bangunan liar menghambat pengerukan sedimen lumpur di sepanjang saluran penghubung yang berlokasi di Jalan Utan Jati, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (22/2).
Sejumlah bangunan liar menghambat pengerukan sedimen lumpur di sepanjang saluran penghubung yang berlokasi di Jalan Utan Jati, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (22/2). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Di lokasi, sejumlah pasukan oranye, biru dan juga beberapa petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, terlihat kebingungan ketika mengoperasikan alat berat untuk mengangkuti endapan lumpur tersebut.

Terkadang petugas mencoba mengoperasikan dengan nekat, tetapi guncangan dari alat berat membuat bangli-bangli di bibir saluran PHB itu langsung bergeming.

"Woi! Ngerukkin lumpur doang normal-normal saja lah pak. Enggak usah pakai alat berat juga lah! Rumah saya sama warga lain bisa kena ini nanti!" teriak salah seorang warga yang terlihat menolak keras pengerukkan sedimen lumpur, di lokasi.

Pengerukkan sedimen lumpur ini juga sempat terhenti akibat adanya warga yang menolak.

Di lokasi, terpantau para petugas secara manual mengangkutnya dengan alat seadanya.

Alat berat itu pun menjauh dari bangli-bangli di lokasi, dan tetap lakukan pengerukkan lumpur tersebut.

Sesekali, warga setempat memantau jalannya pengerukkan lumpur tersebut, karena takut alat berat yang tengah beroperasional itu menyenggol rumah semi permanen mereka.

Halaman
12
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved