Kisah Nyata di Karma The Series, Konflik Hingga Upaya Penyelesaian

Di Karma The Series, pemirsa ANTV mengetahui proses awal, konflik hingga upaya penyelesaian masalahnya.

Kisah Nyata di Karma The Series, Konflik Hingga Upaya Penyelesaian
Warta Kota/Nur Ichsan
Roy Kiyoshi dan Evan Sanders, presenter Karma The Series berpose bersama Boneka Goldi, General Manager Marketing and Corporate Communication ANTV Monica Desideria (kedua dari kiri), Upi (paling kiri) dan Miswarsini (paling kanan), partisipan Karma The Series. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Di Karma The Series, pemirsa ANTV mengetahui proses awal, konflik hingga upaya penyelesaian masalahnya.

"Program ini memberi inspirasi para penonton," kata Evan Sanders, presenter acara ini yang juga bintang film dan pesinetron itu.

Selama syuting, Evan mengatakan, tidak ada gimick dari para partsipan meski terkesan lebai.

"Serial ini 100 persen nyata, berdasarkan kisah nyata walau ada sisi dramanya. Narasumber ini menceritakan persoalan pribadi sebenarnya yang pernah terjadi pada mereka," kata Roy Kiyoshi, presenter acara ini yang biasanya akan ditemani boneka menyeramkan bernama Goldi saat menerawang pikiran orang.

Baca: Karma The Series Menjembatani Masalah yang Dialami Manusia

Sebelum dibuatkan series, reality show Karma berhasil menduduki nomor satu di slot tayangnya.

Disutradarai Sriddar Jetty, Karma The Series yang digarap rumah produksi Multivision Plus itu ditayangkan ANTV setiap hari pada pagi dan malam hari.

Selama penayangannya, Karma memperoleh rating dan share memuaskan di 37 episode.

"Hasil tersebut menjadi alasan kami mengangkat kembali kisah nyata dari para partisipan, kemudian dikembangkan dalam bentuk serial," kata Nugroho Agung, Manager Corporate Communication ANTV, Selasa (20/2/2018) sore.

Baca: Awas Ada Karma di Setiap Tindakan, Ini Kisah Miswarsini soal Karma

Melalui serial ini, Shriddar ingin memberi inspirasi ke masyarakat supaya menjalani hidup baik agar mendapatkan manfaat dari kebaikan yang telah dilakukan, sekaligus untuk menghindari kehidupan menyimpang.

"Ada karma baik dan karma buruk dari setiap tindakan yang dilakukan," kata Shriddar.

Penulis: Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved