Ini Alasan Pemerintah Putuskan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat

Berdasarkan kajian pemerintah, gerbang tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat merupakan penyumbang terbesar kendaraan.

Ini Alasan Pemerintah Putuskan Ganjil Genap di Gerbang Tol Bekasi Timur dan Barat
TMC
Kepadatan volume kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama. 

WARTA KOTA, BEKASI-Dinas Perhubungan Kota Bekasi memaparkan alasan pemerintah pusat menerapkan sistem Ganjil-Genap kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Berdasarkan kajian pemerintah pusat, dua gerbang tersebut merupakan penyumbang terbesar kendaraan yang masuk ke ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Ini keputusan pemerintah pusat, kami tidak bisa bargaining (posisi tawar)," kata Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi pada Kamis (22/2/2018).

Menurut Johan, sebetulnya ada tiga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk mengatasi kemacetan di tol Jakarta-Cikampek.

Pertama adalah memberikan lajur khusus untuk kendaraan bus, kedua mengatur jam operasional untuk angkutan barang/truk melalui sistem ganjil genap.

Terakhir ketiga sistem ganjil genap untuk mobil pribadi atau golongan 1.

Kebijakan ganjil genap itu akan berlaku setiap hari kerja atau mulai pukul 06.00 hingga pukul 09.00 dari Senin-Jumat.

Di luar jam tersebut, kendaraan dibolehkan masuk melalui dua pintu tol tersebut.

Untuk pembatasan operasional kendaraan barang, dimulai dari ruas Cawang sampai Karawang Barat (dua arah), terkecuali mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG).

Sementara pembatasan operasional kendaraan pribadi akan berlaku di lima ramp on (jalur masuk kendaraan menuju tol), yakni Bekasi Barat 1 dan 2, Bekasi Timur, Tambun, Pondokgede Timur dan Pondokgede Barat.

Aturan ini tidak berlaku bagi kendaraan pimpinan negara, lembaga internasional, kendaraan pelat dinas, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, angkutan umum dan kendaraan kepentingan tertentu.

Dengan adanya aturan ini diharapkan waktu tempuh dan kecepatan rata-rata di jalan tol bisa meningkat. Saat ini, kecepatan rata-rata kendaraan di ruas jalan tol Japek adalah 32,34 km/jam dengan waktu tempuh 116 menit dan VC ratio mencapai sebesar 0,96.

"Dengan adanya skenario ganjil genap, kecepatan kendaraan menjadi 48,45 km/jam denga dengan waktu tempuh 83 menit dan VC ratio menjadi 0,89," katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved