Bayi Lobster Senilai Rp2,9 Miliar Diselundupkan Melalui Bandara Soetta

Jajaran Aviation Security kembali berhasil menggagalkan upaya penyeludupan belasan ribu benih di Bandara Soekarno Hatta

Bayi Lobster Senilai Rp2,9 Miliar Diselundupkan Melalui Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bayi lobster senilai Rp2,9 miliar yang akan diselundupkan melalui Bandara Soetta, Kamis (22/2). 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Jajaran Aviation Security (Avsec) kembali berhasil menggagalkan upaya penyeludupan belasan ribu benih di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (22/2/2018).

Bayi lobster yang diselundupkan ini senilai Rp 2,9 miliar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Senior Manager Aviation Security Bandara Soetta, Tommy Hadi Bawono.

Bayi lobster senilai Rp2,9 miliar yang akan diselundupkan melalui Bandara Soetta, Kamis (22/2).
Bayi lobster senilai Rp2,9 miliar yang akan diselundupkan melalui Bandara Soetta, Kamis (22/2). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Ia menjelaskan rencananya benih lobster ini diselundupkan ke Singapura.

"Para pelaku penyelundupan itu diamankan saat melalui pemeriksaan di Security Check Point (SCP) 1 Terminal 2D. Pelakunya berinisial MRB (39)," ujar Tommy di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (22/2/2018).

Ia menyebut yang bersangkutan kedapatan oleh petugas saat akan menyelundupkan benih lobster sebanyak 32 kantong plastik.

Kantong plastik ini disembunyikan di dalam koper miliknya.

"Dia (MRB) saat itu akan terbang ke Singapura menggunakan pesawat Lion Air JT-162. Namun pada saat memasuki area check-in melewati SCP 1 sekira pukul 12.00 WIB pelaku beserta barang bukti kami amankan," ucapnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan beserta barang bukti sebanyak 14.507 ekor benih lobster diserahkan kepada pihak Karantina Perikanan BKIPM Jakarta 1.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku pun dipastikan gagal terbang dan terpaksa berurusan dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKIPM Jakarta 1 Bandara Soetta.

Kepala BKIPM Jakarta 1, Habrin Yake menambahkan belasan ribu benih lobster senilai kurang lebih Rp 2,9 Milyar tersebut akan dilepas liarkan kembali ke habitat aslinya.

Setelah dilakukan reoksigen, benih lobster ini akan dilepas ke laut Jawa, tepatnya di PSPL Serang, Banten.

Pelaku telah melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) nomor 56 tahun 2016 dan Undang-Undang nomor 45 tahun 2004 tentang Perikanan.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Bila terbukti bersalah, pelaku terancam kurungan penjara paling lama 6 tahun berdasarkan pasal 16 juncto 88 UU nomor 45 tentang perikanan," papar Habrin. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help