Harga Tanah Selangit, Pembangunan Kantor Kelurahan Jembatan Besi Gagal

Rencana pembangunan kantor Kelurahan Jembatan Besi terkendala pengadaan lahan yang terlalu tinggi harganya.

Harga Tanah Selangit, Pembangunan Kantor Kelurahan Jembatan Besi Gagal
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kantor Kelurahan Jembatan Besi. 

WARTA KOTA, TAMBORA-Rencana pembangunan Kantor Kelurahan Jembatan Besi hingga kini tak jelas juntrungannya.

Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Barat, Denny Ramdany mengatakan, anggaran menjadi kendala karena pembebasan lahan membutuhkan dana tidak sedikit.

"Harga jual tanah yang tinggi jadi penyebabnya. Pemilik tanah membandrol lahannya seharga Rp 25 juta per meter. Jika, dikalkulasi dengan luas lahan yang dibutuhkan itu nominalnya sangat tinggi. Dibutuhkan, luas tanah 1.500 meter, jadi dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp 37 miliar. Sementara kami dapat anggaran hanya Rp 25 miliar. Itu hanya untuk membeli lahannya saja. Lalu, untuk pembangunannya di sini perlu dana Rp 7,5 miliar," ungkapnya, Rabu (21/2/2018).

Karena itu, kata Danny, pembangunan Kantor Kantor Kelurahan Jembatan Besi belum bisa direalisasikan pada tahun ini.

Pihaknya tetap mencari lahan pengganti untuk Kantor Kelurahan Jembatan Besi.

'Bagaimana pun juga, pembangunan terhadap Kantor Kelurahan Jembatan Besi harus tetap dilakukan. Kami siasati dengan mencari lahan lain. Minimal setiap kantor kelurahan, memiliki luas 1500 meter. Ditambah lagi kantor itu juga sudah berusia puluhan tahun. Jadi seharusnya memang direnovasi atau dibangun ulang," kata Denny.

Selain Jembatan Besi, dikatakan Denny, tahun 2018 ini pembangunan Kantor Jembatan Lima tetap dilaksanakan.

Prosesnya kini telah merampungkan pengukuran tanah dan pemetaan lokasi.

Selain membangun dua kantor kelurahan saat ini pun Pemkot akan merenovasi enam kantor pemerintah lainnya.

"Bangunan yang direnovasi yakni Kantor Kecamatan Taman Sari, Kantor Kecamatan Cengkareng, Kantor Kelurahan Kedoya Selatan, Kantor Kelurahan Grogol, Kantor Kelurahan Duri Kosambi, dan di Kantor Kelurahan Duri Kepa. Kondisi fisik seluruh kantor itu memprihatinkan, retak-retak bangunannya. Jika tidak ada kendala di tahun 2020 dapat terealisasi," paparnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help