Ustaz Mustofa Kamal: Kreasikan Karpet Bekas Jadi Pot Unik

Di tangan Ustaz Mustofa Kamal (46), barang bekas semacam itu disulapnya menjadi pot unik.

Ustaz Mustofa Kamal: Kreasikan Karpet Bekas Jadi Pot Unik
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Ustaz Mustofa Kamal 

WARTA KOTA, PALMERAH---Karpet bekas dan sudah rusak biasanya dibuang karena sudah tidak laik pakai. Namun di tangan Ustaz Mustofa Kamal (46), barang bekas semacam itu disulapnya menjadi pot unik.

Diluar kesibukannya sebagai pendakwah, belum genap setahun ini pria yang akrab disapa UKA alias Ustaz Kamal itu memproduksi aneka pot berbahan dasar dari karpet bekas.

Lokasinya di kawasan Serua Indah, Jalan Suka Bakti I No31 RT 04 RW 05, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan.

Ide UKA mengolah limbah karpet bermula dari hobinya pada tanaman hias yang ditanam dalam pot.

"Jadi waktu itu kepikiran kalau pakai pot yang biasa dibeli bentuknya gitu-gitu aja. Apalagi kalau yang dari plastik, kena panas, hujan cepat rusak. Saya coba buka YouTube, nemu ide unik cara membuat pot dari handuk bekas. Tapi, setelah saya coba buat, ternyata kualitas kurang kuat. Kena hujan panas, enggak lama potnya jadi letoy (lemas) dan akhirnya rapuh," kata UKA kepada Warta Kota ditemui kediamannya, beberapa waktu lalu.

UKA mengatakan, dari ide membuat pot berbahan handuk bekas dari YouTube, ia terpikir berinovasi saat melihat banyak karpet bekas di musala dekat rumahnya yang menumpuk dan sebagian ada dibuang untuk dibakar.

"Dari bahan karpet bekas inilah saya coba inovasikan buat pot. Saya tes kena hujan pas dalam waktu sekian lama. Ternyata lebih kuat bahannya. Dari situlah saya coba produksi sampai jadi dan laku dijual seperti sekarang ini," kenangnya.

Menurut pria kelahiran Jakarta, 3 Agustus 1971, itu untuk membuat karpet bekas menjadi pot yang unik dibutuhkan bahan pelengkap seperti semen, cairan pengeras yang biasa digunakan untuk mengecor bangunan.

"Jadi karpet yang mau diolah jadi pot, dibuat polanya dulu. Dipotong-potong sesuai ukuran seberapa besar pot yang dibuat. Polanya ada ukuran 30 cm, 50 cm, 60 cm, ada juga 70cm-75 cm. Setelah itu (potongan karpet) direndam air sebentar biar menyerap air, lalu dicampur bahan pelengkap tadi dan tinggal dibentuk seperti pot. Modelnya tinggal dibentuk-bentuk saja," katanya.

Untuk proses pembuatnya, kata UKA, tergantung cuaca. Bila kondisi cuaca terang dan panas matahari cukup bisa menyingkat waktu.

Halaman
12
Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved