BNN Bersama Bea Cukai dan TNI AL Ungkap Penyelundupan Sabu 1 Ton

"Kapal yang kita tangkap ini kapal ikan, perlengkapannya emang kapal ikan, tapi bau ikan pun tidak..."

BNN Bersama Bea Cukai dan TNI AL Ungkap Penyelundupan Sabu 1 Ton
Istimewa
TIM gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan TNI Angkatan Laut menunjukkan barang bukti penyelundupan sabu seberat 1,037 Ton yang melintas di perairan Kepulauan Riau, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). 

WARTA KOTA, CAWANG --- Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai berhasil mengungkap penyelundupan sabu sebanyak 1,037 Ton yang melintas di perairan Kepulauan Riau.

Penyelundupan narkotika dalam jumlah besar yang dilakukan oleh jaringan Taiwan dengan cara menggunakan kapal ikan yang diketahui bernama SHUN DE MAN 66 yang masuk ke lndonesra melalui perairan laut bagian Barat lndonesia (samudra Hindia).

"Ini kedua kali berhasil diungkap narkotika dari perairan dan bekerja sama dengan beacukai termasuk pengungkapan kasus kasus yang melibatakan jaringan yang bekerja di perairan," kata Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, Selasa (22/2/2018).

Dikatakan Budi bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi intelejen jika adanya sebuah kapal yang akan menyelundupkan sabu melalui perairan Indonesia.

PARA tersangka penyelundup sabu seberat 1 Ton dimunculkan di depan awak media di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
PARA tersangka penyelundup sabu seberat 1 Ton dimunculkan di depan awak media di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018). (Istimewa)

Lalu pada Sabtu (10/2/2018) BNN berhasil mengamankan kapal yang mengangkut sabu tersebut, namun sayangnya untuk mengelabuhi petugas nama kapal tersebut sudah disamarkan dengan nama Sunrice Glory.

Ketika dilakukan pengeledahan tidak ditemukan ikan di kapal tersebut. Padahal seharusnya, jika kapal ikan akan tercium bau ikan, namun nyatanya tidak tercium bahkan terlihat bersih.

"Kapal yang kita tangkap ini kapal ikan, perlengkapannya emang kapal ikan, tapi bau ikan pun tidak. Tidak pernah dipakai untuk tangkap ikan, tapi khusus untuk narkotika," ucapnya.

Selain itu paket sabu yang bungkus jauh berbeda kemasannya dengan beberapa pengungkapan sebelumnya dimana sabu tersebut dibangkus dengan plastik putih.

Menurut pria yang disapa Buwas, sabu tersebut diproduksi dari Myanmar, padahal dahulu Myanmar hanya memiliki bahan baku yang dikirim ke China, tapi saat ini negara tersebut sudah dapat membuat narkotika jenis sabu.

Dari total sabu yang berhasil disita menurut Buwas bernilai sebesar hampir Rp 2 Triliun, tentunya dengan pengungkapan ini menyelamatkan sebanyak 5 juta orang.

Budi Waseso pun menambahkan, pengungkapan ini merupakan wujud sinergitas lembaga negara, khususnya BNN dan TNI AL yang saling melengkapi dalam pemberantasan narkoba. Pasalnya, BNN yang memiliki keterbatasan di bidang perairan, dapat dilengkapi kemampuan TNI AL.

"Presiden bilang darurat berarti sudah emergency. Peran TNI sudah jelas, hal ini membuktikan peran TNI AL untuk narkotika ditangani mengikutsertakan TNI, keberhasilannya luar biasa," katanya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved