Home »

News

» Jakarta

Rizal Kecewa Tidak Bisa Bertemu Gubernur

Bahkan, kini sudah banyak kalangan yang memplesetkan menjadi 'Maju Kotanya, Blangsak Warganya'.

Rizal Kecewa Tidak Bisa Bertemu Gubernur
Warta Kota/Dwi Rizki
Rizal kecewa tidak bisa bertemu Gubernur, Senin (19/2). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Ahmad Rizal (24) Warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara., ingin mengadukan nasib lantaran dipecat sepihak oleh PT Media Prima (MP), perusahaan outsourcing yang bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol. Pemuda itu justru tidak dapat bertemu Anies-Sandi.

Balaikota katanya sekarang berbeda ketika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maupun Djarot memimpin. Pramusaji di Dunia fantasi (Dufan) Ancol itu kebingungan ketika menyambangi Balaikota dan ingin bertemu dengan Anies-Sandi.

"Sekarang di Balaikota sudah beda, sudah tidak ada lagi warga yang diterima, suasananya sepi, apa karena warga Jakarta sudah tidak punya harapan banyak terhadap pemimpinya (gubernur) atau memang itu keinginan gubernur yang ‘alergi’ bertemu rakyatnya," ungkap Rizal.

Kecewa dengan keadaan, Rizal menceritakan kisah pemecatan dirinya. Diceritakannya, dirinya mulai bekerja di Dufan per November 2017, diterima oleh PT Media Prima yang bergerak sebagai pihak outsourcing yang bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta.

"Tapi sebagai karyawan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) sejak awal saya tidak pernah mendapatkan surat kontrak kerja atau tanda tangan (surat kontrak kerja), alasannya karena surat kontrak kerja saya masih dalam proses verifikasi di bagian SDM Ancol (PT Pembangunan Jaya Ancol)," ceritanya.

Berselang beberapa waktu, tepatnya tanggal 27 dan 28 Januari 2018, Rizal tidak dapat bekerja dikarenakan kondisi badan yang kurang sehat dan ia sudah memberikan informasi mengenai perihal tersebut melalui pesan singkat whatsaap kepada pihak PT MP. Namun, bukan diberikan keleluasaan, Rizal malah diberikan Surat Peringatan (SP).

"Tanggal 30 Januari 2018, karena kondisi badan yang masih kurang fit, saya terlambat masuk kerja, namun sebelumnya saya sudah izin dengan atasan saya," jelasnya.

Berselang beberapa hari, tepatnya pada 1 Februari 2018, Rizal pun bekerja seperti biasa. Namun, Rizal diberitahukan oleh pihak PT MP bahwa dirinya sudah dipecat per tanggal 1 Februari 2018 oleh seorang karyawan PT Pembangunan Jaya Ancol.

"Alasan pihak user memecat saya adalah soal ketidakhadiran saya pada tanggal 27 dan 28 Januari 2018, dan soal keterlambatan saya pada tanggal 30 Januari 2018. Yang patut disayangkan, proses PHK tersebut tanpa adanya terlebih dahulu Surat Peringatan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, dirinya kemudian mengadukan nasib ke bagian Pengaduan Bidang Ketenagakerjaan DKI Jakarta di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (19/2/2018). Tidak cukup puas, dirinya mengaku akan melanjutkan peristiwa yang dialaminya melalui proses hukum. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help