Ikatan Perantau Minang (IPM): Basamo Kito Bisa

Pedagang asal Sumatera Barat di pusat perbelanjaan Thamrin City dan sekitarnya berkumpul dan mencetuskan sebuah wadah bersama, yakni IPM

Ikatan Perantau Minang (IPM): Basamo Kito Bisa
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Sekumpulan pedagang asal Sumatera Barat yang berada di pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan sekitarnya ketika mereka berkumpul dan mencetuskan sebuah wadah bersama sebagai sesama perantau dari ranah Minang 

WARTA KOTA, PALMERAH---Berawal dari kongkow-kongkow di warung kopi ternyata bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Itulah yang dirasakan sekumpulan pedagang asal Sumatera Barat yang berada di pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan sekitarnya ketika mereka berkumpul dan mencetuskan sebuah wadah bersama sebagai sesama perantau dari ranah Minang.

Setelah urun rembung bersama, akhirnya mereka memutuskan membentuk wadah dengan sebutan Ikatan Perantau Minang (IPM) Thamrin City dan sekitarnya.

"Intinya IPM sebagai wadah sosial yang menaungi para perantau asal Minang yang ada di Thamrin City dan sekitarnya. Jujur, paguyuban ini terbentuk ketika kami sedang berkumpul. Tapi kami tidak tahu ada kerabat yang meninggal dunia. Nah, dari situ kami berharap jangan sampai kehilangan informasi," kata Dt Tan Magindo, Ketua Umum IPM ditemui di Thamrin City, baru-baru ini.

Rinaldi Refly, Wakil Ketua IPM, mengatakan, ide pembentukan komunitas ini pada akhir Desember 2017.

"Ide awalnya dengan langkah sosial, seperti ada teman yang sakit, ada teman yang meninggal. Selama ini tidak adanya persatuan, ada meninggal tidak ada yang menghadiri padahal kami satu kampung dan sama-sama diperantuan. Insya Allah dengan lahirnya IPM bisa mempererat tali silaturahmi antar sesama orang Minang di perantauan," kata Rinaldi.

Tan Magindo mengataka, IPM bukan hanya sebagai ajang berkumpul biasa, namun, lebih mengedepankan silaturahmi semua perantau yang ada. Baik itu para pedagang, birokrat, maupun profesi lainnya.

"Sasaran kami terutama mengadakan kegiatan sosial. Setelah itu mendirikan koperasi yang orientasinya dari kita untuk kita dan oleh kita. Makanya, paguyuban ini punya moto Basamo Kito Bisa (Bersama Kita Bisa)," katanya.

Sementara, John Rizal Tanjung, Dewan Pendiri, bangga dengan terbentuknya IPM. IPM akan memiliki bargaining dengan siapapun. Termasuk dengan pengelola gedung maupun dengan pemerintah daerah.

"Selama ini para pedagang berada pada posisi lemah. Jika mereka berhadapan dengan masalah hukum banyak yang kurang paham, akhirnya cenderung mengalah. Oleh karenanya, lewat IPM ini nantinya kita akan membentuk lembaga bantuan hukum (LBH) yang bertujuan membantu anggota IPM yang berurusan dengan hukum," katanya.

Selain itu, menurut John Rizal, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Pemprov DKI guna memajukan para perantau Minang yang ada di Thamrin City dan sekitarnya.

"Insya Allah, banyak program ke depannya nanti, dan IPM lahir bawah bukan dari petinggi tapi dari semangat kebersamaan sesama pedagang di sini (Thamrin City)," katanya.

John Rizal mengatakan, awal pembentukan IPM bermula dari 32 orang. Selanjutnya, anggota semakin bertambah hingga berjumlah 206 orang. Kini, setelah IPM terbentuk, dalam waktu dekat ini akan melakukan deklarasi bersama. Deklarasi IPM rencananya akan mengundang Gubernur Sumatera Barat dan Gubernur DKI Jakarta.

"Mengapa kami juga mengundang Gubernur Sumatera Barat saat deklarasi? Agar tahu ini rakyatnya dan bisa mendengarkan rakyatnya di tanah rantau," kata John Rizal.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved