Sentul City Klaim Lahan Warga, Pusat Pelatihan Peternakan Gratis Terancam Punah

Kali ini aksi sepihak dilakukan pihak Sentul City dengan melakukan pemagaran di lahan milik warga seluas 64 hektar

Sentul City Klaim Lahan Warga, Pusat Pelatihan Peternakan Gratis Terancam Punah
Warta Kota/Dwi Rizki
Pihak Sentul City melakukan pemagaran di lahan milik warga seluas 64 hektar, termasuk lahan seluas 30 hektar yang merupakan pusat pelatihan peternakan gratis. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Persoalan tanah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang tidak pernah berhenti.

Setelah ribuan warga sentul melakukan aksi unjuk rasa menolak penguasaan tanah sepihak oleh Sentul City pada September 2017 lalu.

Kali ini aksi sepihak dilakukan pihak Sentul City dengan melakukan pemagaran di lahan milik warga seluas 64 hektar, termasuk lahan seluas 30 hektar yang merupakan pusat pelatihan peternakan gratis.

Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City.
Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Salah satu pengurus pelatihan peternakan sapi Septian (34) mengatakan, pemagaran lahan dilakukan tanpa pemberitahuan.

Septian menjelaskan bahwa lahan miliknya sudah dikuasainya sejak lama dan sedang dilakukan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Akses jalan ke lokasi peternakan dipersempit, kita kesusahan keluar masuk peternakan," kata Septian pada Minggu (18/2/2018).

Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City.
Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Menurutnya, pemagaran tersebut secara langsung menggangu aktifitas pelatihan peternakan.

Selama ini, kata Septian, peternakan tersebut menjadi pusat pelatihan bagi mahasiswa dan pelajar untuk memperdalam ilmu peternakan sapi dan kambing.

Tidak hanya untuk mahasiswa, lokasi ini juga menjadi pusat latihan bersama Pemkab Bogor, dibawah kementrian pertanian, bahkan pusat pelatihan peternakan gratis tersebut sudah bekerjasama dengan negara lain seperti Selandia Baru dan Belanda.

Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City.
Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City. (Warta Kota/Dwi Rizki)

"Ada 200 sapi dan 300 kambing yang di ternakan, semua nya menjadi tempat pelatihan mahasiswa dan pelajar yang berasal dari IPB, UGM, Brawijaya dan kampus lainnya. Bulan Juni nanti perwakilan dari pemerintah Belanda mau ke lokasi peternakan kami untuk bekerjasama," jelas Sepriana.

Sementara itu, salah satu petani, Madun mengaku selama bertahun-tahun sudah ikut berternak dengan menanam rumput, hasil ternak pun telah dapat menafkahi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

"Kami beruntung bisa ikut beternak di tempat ini," ungkapnya menambahkan.

Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City.
Sejumlah warga tengah mengikuti pelatihan di pusat pelatihan peternakan gratis di Sentul City, yang kini kawasannya dipagar pihak Sentul City. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Seperti diketahui sebelumnya, pihak Sentul City meminta masyarakat yang bertempat di blok Pasir Ipis, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk meninggalkan lokasi, karena lahan tersebut diklaim merupakan milik Sentul City atas HGB dan peralihan dari HGU Perkebunan Nusantara, PTPN XI. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved