Perda Layak Anak dan Ketahanan Keluarga di Depok Cuma di Atas Kertas

Aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Depok terus meningkat setiap tahunnya. Juga termasuk angka perceraian yang semakin tinggi.

Perda Layak Anak dan Ketahanan Keluarga di Depok Cuma di Atas Kertas
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Novi Anggriani saat acara diskusi bertema 'Sudahkah Depok Bersahabat dengan Perempuan dan Anak?' di Baper Cafe, Pancoran Mas, Depok, Sabtu (17/2/2018). 

WARTA KOTA, DEPOK - Aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan di Depok terus meningkat setiap tahunnya. Juga termasuk angka perceraian yang semakin tinggi.

Fakta ini terungkap dalam acara diskusi bertema 'Sudahkah Depok Bersahabat dengan Perempuan dan Anak?' di Baper Cafe, Pancoran Mas, Depok, Sabtu (17/2/2018).

Bendahara Taruna Merah Putih (TMP) Depok, Novi Anggriani Munadi yang juga pemerhati anak dan perempuan menyebutkan, fakta ini menandakan bahwa Perda Kota Depok Nomor 15 Tahun 2013 tentang Kota layak Anak dan Perda Depok Nomor 9 Tahun 2017 tentang Peningkatan Ketahanan Keluarga di Depok, cenderung lebih kepada motivasi dan menggurui saja.

"Pelaksanaannya pun kurang serius dan cuma macan kertas," kata Novi.

Novi menjelaskan, sudah banyak lembaga yang dibentuk untuk melaksanakan Perda Kota Layak Anak dan Perda Peningkatan Ketahanan Keluarga di Depok. Namun tampaknya kata dia, masih banyak warga Depok yang belum mengetahui.

"Lembaga-lembaga yang disebut dalam Perda tersebut tak bisa hanya menunggu laporan dan pencegahan secara sporadis. Mereka harus pro aktif datangi keluarga, perempuan dan anak di Depok. Harus jemput bola," kata Novi.

Karenanya dengan NADI Center yang dibentuknya, Novi tengah menyiapkan program advokasi kepada para perempuan dan anak yang kehidupannya masih jauh dari kata adil dan sejahtera di Depok.

Ia mencontohkan tengah merangkul Siti Nurlela (19) yang dikabarkan akan bunuh diri pada beberapa waktu lalu di Kali Licin, Mampang.

“Kasus Siti Nurlela ini kalau dilihat secara sepintas dan sekonyong-konyong akan disederhanakan sebagai masalah pribadi atau privat. Namun sebenarnya, masalah Ella ini, jika dirunut adalah bentuk abainya Pemkot Depok," kata Novi.

Dengan begitu, Novi pun akan mendorong DPRD Depok untuk menajamkan fungsi pengawasannya terhadap kedua Perda tersebut.

Bahkan, jika memungkinkan, kata Novi, setelah dirinya melakukan advokasi akan didorong perubahan Perda yang lebih detil dan konkrit menjawab permasalahan perempuan dan anak di Depok.

"Tidak hanya DPRD Depok. Saya juga akan meminta pasangan TB. Hasanuddin dan Anton Charliyan atau Hasanah di Pilgub Jabar untuk memberi masukan atau dorongan kepada Pemkot Depok secara struktural guna memperbaiki nasib perempuan dan anak di Depok, jika mereka terpilih nanti," kata Novi.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved