Tips Agar Tak Terjadi Belanja Dahulu Menyesal Kemudian

Aktivitas berbelanja bisa berdampak positif bagi kaum ibu bila dipersiapkan dengan lebih matang dan tak berujung penyesalan.

Tips Agar Tak Terjadi Belanja Dahulu Menyesal Kemudian
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Psikolog Nadya Pramesrani saat menjadi pembicara di acara paparan tentang Hasil Survei Ibu Indonesia dan Belanja Online. 

WARTA KOTA, KUNINGAN-Belanja terutama bagi kaum hawa menjadi hal yang menyenangkan. Namun seringkali juga berakhir dengan penyesalan.

Terlebih, barang-barang yang dibeli bukan jadi suatu kebutuhan tapi hanya keinginan.  

Penyesalan menjadi bertambah ketika ketahuan barang itu ternyata mahal,  walaupun ada potongan harga.

Psikolog dari Rumah Dandelion Nadya Pramesrani mengatakan, belanja akan punya dampak positif ketika barang yang dibeli adalah kebutuhan, barangnya bagus sehingga ada perasaan puas serta dapat harga yang murah.

Belanja akan berdampak negatif ketika terjadi penyesalan. Belanja hanya  impulsif karena terlihat mudah,  banyak fasilitas cicilan, diskon, dan kenyamanan menggunakan kartu kredit.  

Nadya mengatakan, agar belanja punya dampak positif, sebagai sarana me time yang menyenangkan dan tidak berujung penyesalan, biasakan belanja yang sesuai kebutuhan saja.

Ia memberikan contoh barang kebutuhan ketika anak membutuhkan celana panjang untuk bepergian.

Di lemari tidak ada celana panjang. Kalaupun ada mungkin hanya satu dan seringkali harus cuci kering pakai.

Membeli celana panjang itu jadi keinginan bila sudah punya celana panjang tapi belum punya yang warna kuning, karena sudah ada kaos berwarna kuning. Agar bisa terlihat matching.

Belanja jadi semakin banyak daftarnya ketika perlu juga sepatu,  kaos kaki, tas, jepitan rambut berwarna kuning juga.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved