Tak ada Lahan Parkir, Depan Stasiuan Jatinegara Biang Kemacetan

Kasi Ops Sudin Perhubungn Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan bahwa titik rawan macet akibat parkir sembarangan salah satunya Stasiun Jatinegara.

Tak ada Lahan Parkir, Depan Stasiuan Jatinegara Biang Kemacetan
Dwi Julia
Banyaknya Bajaj serta angkot yang mengetem sembarangan di Stasiun Jatingera, membuat ruas Jalan Raya Bekasi Barat dari Matraman ke arah Stasiun Jatinegara tersendat. Padahal sudah jelas dipinggir jalan terdapat rambu larangan parkir yang terpasang di lokasi, namun nampaknya rambu tersebut tidak mempengaruhi para pengemudi bajaj dan angkot yang mencoba ngetem dan menaikan penumpang, Senin (7/8/2017) 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Minimnya lahan parkir di sejumlah wilayah di Jakarta Timur membuat sejumlah pengendara terpaksa memarkirkan kendaraannya di tepi jalan.

 Permasalah kendaraan yang parkir sembarangan tersebut sepeti tak pernah putus walau petugas dishub selalu mengelar operasi secara rutin.

Adapun titik seperti Stasiun Jatinegara, Pasar Rebo, Jalan Dewi Sartika, Jalan Pemuda Rawa Mangun kerap kali ditemukan kendaraan yang parkir sembarangan padahal sudah tertera rambu larangan parkir.

Kasi Ops Sudin Perhubungn Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan bahwa titik rawan macet akibat parkir sembarangan salah satunya Stasiun Jatinegara.

Pasalnya Stasiun ini tidak memilik parkir kendaraan atau tempat menurunkan penumpang. Untuk itu banyak kendaraan yang menaikan dan menurunkan penumpang sembarang.

Tak hanya itu adanya JPO kerap kali tidak digunakan oleh warga, mereka lebih memilih menyebrang jalan sehingga menimpulkan kemacetan.

"Selain parkir yang sempit, stasiun Jatinegara nggak ada tempat buat menurunkan dan menaikan orang. Jadi para pengantar harus menurunkan penumpangnya di depan stasiun. Atau di pinggir jalan," kata Kasi Operasional Sudinhub Jakarta Timur Slamet Dahlan, Sabtu (17/2/2018).

Dikatakan Dahlan kendaraan pribadi paling banyak terjaring operasi. Mobil tersebut terparkir di pinggir jalan atau di atas trotoar.

Para pemilik beralasan memarkirkan kendaraannya karena tidak mempunyai garasi di rumahnya.

"jika hendak diderek berbagai alasan diberikan oleh mereka, hingga menimbulkan cekcok mulut tehadap petugas di lapangan," ujarnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved