Kecelakaan Tanjakan Emen

Ucapan Adalah Doa, Kementerian Perhubungan Ganti Nama Tanjakan Emen Jadi Tanjakan Aman

Fungsi escape road adalah mengantisipasi kendaraan yang tidak terkendali ketika di turunan, misalnya akibat rem blong.

Ucapan Adalah Doa, Kementerian Perhubungan Ganti Nama Tanjakan Emen Jadi Tanjakan Aman
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Turunan dan tikungan tajam di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, lokasi terjadinya kecelakaan bus yang menewaskan 27 orang pada Sabtu (10/2/2018) lalu. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Tanjakan Emen di Subang, Jawa Barat yang menjadi kokasi kecelakaan bus yang menewaskan puluhan orang pada Sabtu (10/2/2018) lalu, akan berganti nama menjadi Tanjakan Aman.

Pergantian nama tersebut sudah disepakati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat, Jasa Raharja, serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), usai melakukan kunjungan pada Kamis (15/2/2018).

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan, pergantian nama tersebut diharapkan merupakan doa agar tidak ada lagi kecelakaan di tanjakan tersebut.

Baca: Ini Solusi dari Dua Menteri Agar Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Tak Terulang Lagi

"Kami pihak pemerintah sepakat untuk mengganti nama Tanjakan Emen menjadi Tanjakan Aman. Ucapan adalah doa, dan mudah-mudahan doa kita terkabul dan menjadi daerah yang bebas dari kecelakaan lalu lintas," tutur Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (15/2/2018).

Kemenhub juga akan memasang fasilitas keselamatan jalan seperti rambu chevron atau rambu pengarah tikungan, pita penggaduh (rumble strips), dan warning light di sekitar Tanjakan Aman.

"Pengguna lalu lintas jalan raya, utamanya kendaraan bermotor roda dua atau lebih, dapat mengatur kecepatannya agar tidak sampai terjatuh atau menabrak pagar pembatas (bila ada) pada area jalan raya yang terpasang rambu chevron ini," papar Dirjen Budi.

Baca: Gubernur Jawa Barat Usulkan di Kiri Kanan Jalan Tanjakan Emen Diberi Pasir

Tidak hanya Kemenhub, Kementerian PUPR melalui Puslitbang Jalan dan Jembatan KemenPUPR juga akan membangun jalur darurat atau jalur penyelamat (escape road).

Fungsi escape road adalah mengantisipasi kendaraan yang tidak terkendali ketika di turunan, misalnya akibat rem blong.

Kementerian Pariwisata dan PHRI (Persatuan Hotel Republik Indonesia) juga akan membagun tempat wisata atau hotel yang menyediakan fasilitas tempat istirahat bagi pengemudi.

"Jadi bukan hanya tempat untuk ngopi dan nongkrong sopir, tetapi tempat untuk tidur pengemudi," tutur Dirjen Budi. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help