Laporan Qlue Turun, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Belum Bisa Menjelaskan

Laporan pengaduan warga Jakarta melalui aplikasi Qlue mengalami penurunan pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016.

Laporan Qlue Turun, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Belum Bisa Menjelaskan
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH---Laporan pengaduan warga Jakarta melalui aplikasi Qlue mengalami penurunan pada tahun 2017. Tahun 2016, jumlah pengaduan melalui aplikasi pada bulan April mencapai 55.665 pengaduan. Dibandingkan periode yang tahun 2017 hanya 25.582 pengaduan.

Setelah bulan April, jumlah laporan pengaduan melalui Qlue terus mengalami penurunan. Bahkan pada bulan Desember 2017 jumlah pengaduan yang masuk hanya 10.759 laporan. Sementara pada bulan yang sama tahun 2016 jumlah pengaduan mencapai 28.901.

Penurunan laporan itu dibenarkan oleh Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi). Sandi mengakui kalau laporan warga lewat Qlue mengalami penurunan.

Sandi mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI memiliki banyak kanal aduan bagi warga yang ingin membuat laporan atau pengaduan.

"Kami harapkan ke depan kerja sama untuk memberikan masukan bukan hanya dari segi pelayanan publik, tapi juga misalnya ada dugaan korupsi, ada dugaan penyelewengan di wilayah maupun SKPD. SKPD itu bisa dilaporkan di sini dan terpantau secara transparan dan terintegrasi," kata Sandi di Balai Kota, Kamis (15/2/2018).

Baca: Sandi Sebut Penggunaan Qlue Masih Jalan Terus

Sementara itu, Dian Ekowati, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, belum bisa menjelaskan secara detail mengapa pengaduan warga lewat aplikasi Qlue mengalami penurunan.

Dian mengatakan, layanan aduan warga di kelurahan dan kecamatan bisa jadi memengaruhi penurunan jumlah laporan Qlue. Sebab, cukup banyak warga yang memilih mengadu di kelurahan.

"Jadi jumlah laporan di kecamatan itu lumayan (banyak). Sekarang, kan, sudah ada ya mekanisme laporan di kecamatan," kata Dian.

Program layanan aduan warga di kantor pemerintahan itu dimulai sejak pertengahan November 2017. Ketika program ini dimulai, jumlah aduan Qlue memang menurun dari 16.029 pada Oktober menjadi 12.405 pada November. Kemudian menjadi 10.759 pada Desember.

Baca: Aplikasi Qlue Tetap Digunakan Walau Layanan Pengaduan Masyarakat di Kecamatan Diterapkan

Selain itu, penurunan jumlah laporan bisa jadi karena ada pencabutan Pergub No 903 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi RT dan RW di DKI Jakarta pada akhir 2016 saat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam pergub itu, tiap RT dan RW wajib membuat laporan Qlue setiap hari. Setiap laporan mereka diberi insentif Rp 10.000.

Saat aturan itu masih diberlakukan, memang ada protes oleh pengurus RT/RW.

Kompas.com/Jessi Carina
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Laporan Warga Lewat Qlue Turun Signifikan?

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved