Home »

News

» Jakarta

Penyebar Hate Speech Jokowi Diringkus

Penyebar hate speech terhadap Presiden Jokowi diringkus, Rabu (14/2/2018).

Penyebar Hate Speech Jokowi Diringkus
Crux
Ilustrasi pelaku penyebar kebencian (hate speech) yang sama dengan pembunuhan karakter. 

GAMBIR, WARTA KOTA -- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pemuda, AA (34), lantaran diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Marif (Buya Syafii).

Satgas Patroli Medsos Dittipidsiber Bareskrim Polri meringkus AA pada Rabu (14/2/2018) pukul 02.30.

"AA sebelumnya menyebarkan hate speech berupa Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik kepada Presiden Jokowi daTokoh Ulama Buya Syafii," Kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim, Brigjen Fadil Imran, ketika dikonfirmasi, Kamis (15/2/2018).

Baca: Perwira Polri Jebolan AKPOL Tertangkap Pungli SIM di Bekasi

Foto yang diunggah AA yang disertai dengan keterangan yang menuyudutkan Jokowi dan Buya Syafii untuk menyikapi adanya kekerasan terhadap para tokoh agama dan ulama akhir-akhir ini.

"Polri melalui media sosial facebook serta memposting gambar memegang senjata laras panjang. AA dengan sengaja memposting gambar dan tulisan dengan konten yang memuat hate speech," tuturnya.

Motif AA menyebarkan konten hate speech lewat media sosial adalah karena spontanitas dan ungkapan rasa kecewa.

Baca: Dugaan Pungli SIM Perwira Polri Jebolan AKPOL di Bekasi Masuk Unsur Korupsi

Atas ulahnya, pelaku akan dikenakan Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP dan atau Pasal 207 KUHP. 

Postingan AA di media sosial pribadinya seperti , “Polisi zaman now justru membiarkan kejahatan membungkam suara Keadilan”.

Kemudian AA tulisan seperti “Saat Ulama diserang dan dibunuh, dia diam dan cuek saja. Giliran gereja diserang, dia dengan sigap menjenguk gedung gereja tersebut. Mengapa bisa begitu..? sebab, kalau ke gereja dia dapat amplop.?”

Baca: Menghitung Kerugian Negara Dalam OTT Pungli SIM Perwira Jebolan AKPOL di Bekasi

Lalu ia menulis, “Beda level, Umar bin Khattab adalah Khalifah, sementara Jokowi cuma jongosnya Aseng dan Asing“.

"Terakhir AA memposting dengan kata-kata, 'Kalau gak ngutang, ya jual asset Negara. Itu kehebatan Jokowi'," tuturnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku merasa kecewa atas penanganan petugas terhadap peristiwa adanya kekerasan yang terjadi pada tokoh agama yang dinilainya dikriminalisasi.(abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help