Menghitung Kerugian Negara Dalam OTT Pungli SIM Perwira Jebolan AKPOL di Bekasi

Perwira polisi jebolan AKPOL terkena OTT Pungli SIM. Adakah kerugian negaranya

Menghitung Kerugian Negara Dalam OTT Pungli SIM Perwira Jebolan AKPOL di Bekasi
Warta Kota/Andika Panduwinata
AKBP I Nengah Adi Putra saat masih menjabat Kasi Satpas SIM Daan Mogot. 

GAMBIR, WARTA KOTA -- AKBP I Nengah Adi Putra, perwira polisi jebolan Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 2000 terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Pengamanan Internal (Mabes Polri) pada Sabtu (10/2/2018).

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota itu tertangkap dengan barang bukti berupa uang Rp 61 juta.

Dia diduga kuat melakukan praktik Pungli dalam penerbitan dan perpanjangan SIM di Kota Bekasi.

AKBP I Nengah Adi Putra saat masih menjabat Kasi Satpas SIM Daan Mogot
AKBP I Nengah Adi Putra saat masih menjabat Kasi Satpas SIM Daan Mogot (istimewa)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan hal tersebut.

"Saat ini kasus ditangani Propam polda metro dan tindakan yang dilakukan adalah mencopot jabatannya serta memproses sanksi," ucap Argo kepada wartawan, Rabu (14/2/2018).

Menurut Argo, I Nengah diduga melakukan pelayanan SIM tidak sesuai prosedur, yakni tanpa ujian teori dan praktek.

Baca: Perwira Polri Jebolan AKPOL Tertangkap Pungli SIM di Bekasi

Dia juga, kata Argo, diduga menerbitkan SIM yang sudah habis masa berlakunya dengan cara didaftarkan perpanjangan dengan memanipulasi biaya pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Berdasarkan PP 60/2016, tarif PNBP pengujian untuk penerbitan SIM baru adalah Rp 120.000.

Sedangkan penerbitan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) dikenakan biaya PNBP Rp 80.000.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help