Home »

News

» Jakarta

Pertengahan Tahun Ini Tranjakarta Sediakan 101 Bus Low Entry Berbahan Aluminium

Tak hanya layanan bagi para penumpang, transformasi juga dilakukan terhadap unit armada bus yang disediakan.

Pertengahan Tahun Ini Tranjakarta Sediakan 101 Bus Low Entry Berbahan Aluminium
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Bus low entry Transjakarta yang siap diluncurkan pada Juli 2018. 

WARTA KOTA, KUDUS - Sebagai Badan Usaha Milik Daerah, PT Transjakarta terus berupaya bertransformasi menyediakan kebutuhan layanan transportasi bagi penguna kendaraan umum.

Tak hanya layanan bagi para penumpang, transformasi juga dilakukan terhadap unit armada bus yang disediakan.

Setidaknya saat ini sudah ada ribuan unit armada bus yang beroperasi di Ibu Kota, yang dimiliki oleh Transjakarta, rangkaian bodi seluruh armada tersebut dibuat dari bahan metal.

Bus low entry Transjakarta yang siap diluncurkan pada Juli 2018.
Bus low entry Transjakarta yang siap diluncurkan pada Juli 2018. (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

PT Transjakarta segera meluncurkan armada bus baru low entry, yang rangkaian bodinya terbuat dari bahan aluminium.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, pihaknya memperkirakan pada Juli 2018 akan mendatangkan 300 unit armada baru yang akan beroperasi di Jakarta. Dari 300 unit tersebut, 101 unit terbuat dari bahan aluminium.

Ratusan armada bus ini nantinya ditanamkan pada mesin Mercedez-Benz dan Scania yang dirakit di dua tempat berbeda, yakni di pabrrik Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, Jawa Tengah; dan Karoseri Laksana, Semarang, Jawa Tengah.

Bus low entry Transjakarta yang siap diluncurkan pada Juli 2018.
Bus low entry Transjakarta yang siap diluncurkan pada Juli 2018. (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

"Proses pembuatan bus di Nusantara berbeda, kita pakai bodi aluminium. Dan saya minta agar paling lambat itu Juli sudah bisa dikirim, karena bahan-bahannya sudah ada semua. Untuk proses perakitan, satu bus itu dari nol sampai selesai butuh waktu tiga bulan," ungkap Budi Kaliwono saat ditemui di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018).

Budi menuturkan, pihaknya tidak sembarangan menunjuk karoseri, karena harus ada persetujuan dari merek sasisnya. Diperkirakan dalam proses produksi, setiap unit bus low entry memakan biaya sebesar Rp 2 miliar.

Direktur Teknis dan Fasilitas PT Transjakarta Wijanarko mengatakan, pembuatan bus low entry mengunakan pelat aluminium, mengurangi beban bodi, sehingga ban dan bahan bakar akan jauh lebih hemat.

Baca: Oesman Sapta Odang: Kalau Kita Bayar LSI, Survei Kita Besar

Halaman
123
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help