Home »

News

» Jakarta

Fakta Memrihatinkan di Saat Sebanyak 600 Ribu Orang di Jakarta Terjerumus Jadi Pemakai Narkoba

Di kota ini, pangsa pasar begitu besar, membuat para gembong dengan berbagai cara mencoba menyelundupkan barang haram itu.

Fakta Memrihatinkan di Saat Sebanyak 600 Ribu Orang di Jakarta Terjerumus Jadi Pemakai Narkoba
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi Indonesia dibanjiri sabu. 

WARTA KOTA, SETIA BUDI -- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Brigjen Johny Latupeirissa menyebut, Jakarta, saat ini, masih menjadi barometer peredaran narkotika di Indonesia.

Di kota ini, pangsa pasar begitu besar, membuat para gembong dengan berbagai cara mencoba menyelundupkan barang haram itu.

Berasarkan data, kata Johny, pengguna narkoba di Jakarta saat ini mencapai 600.000 orang dengan persebaran utama di 113 lokasi yang disebutnya sebagai "daerah hitam".

"Di Jakarta hasil survei dari lembaga peneliti, ada 300.000-600.000 orang pengguna, itu bisa dari penduduk Jakarta dan pendatang ke DKI," ujar Brigjen Johny dalam diskusi Pencegahan Narkoba di kantor BNNP DKI, Jakarta, Rabu (14/2/2018)

Selain itu, tempat paling potensial menjadi lokasi peredaran narkoba di Jakarta adalah tempat hiburan malam (THM).

Menurut Johny, ada tiga kategori tempat hiburan malam. Pertama, THM yang murni bisnis, kedua THM bisnis dengan memanfaatkan narkoba, dan ketiga, THM yang berbisnis dengan memanfaatkan narkoba.

"Tempat hiburan malam yang jenis ketiga ini seperti yang memproduksi narkoba jenis cair itu," ucap dia.

Johny berharap, nantinya tempat hiburan malam di Jakarta bisa bersih dari narkoba dan pegiat usaha tempat hiburan malam bisa mendukung Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Kabag Bin Opsnal Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Apolo Sinambela mengatakan hal yang sama.

Meskipun sejumlah pengungkapan jaringan narkoba skala besar terus dilakukan, Jakarta, menurutnya, masih menjadi kota potensial bagi jaringan narkotika untuk memasarkan berbagai jenis narkoba.

"Jumlah pengungkapannya pun terbanyak se Indonesia. Dalam setahun, Polda Metro Jaya dan polres jajaran mampu mengungkap 5.500-6.000 kasus, termasuk yang TKP-nya di lokasi hiburan malam meskipun skalanya terbilang kecil," ungkapnya.

AKBP Apolo memastikan pihaknya menjakankan tugas sesuai prosedur, ketika melakukan pengungkapan di tempat hiburan malam.

"Memang, ada yang pakai narkoba dari luar dan dibawa ke tempat hiburan dan sebagainya. Tapi dasarnya kami bekerja profesional dan tidak mudah menjudge tempat hiburan itu terlibat. Semua ada proses penyelidikan dan penyidikannya," kata dia.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help