Begini Perubahan Fungsi Jalur Sepeda di Jakarta

Jalur sepeda di Jakarta kini lebih banyak berfungsi sebagai sarana rekreasi dan hiburan. Hal itu bakal diubah.

Begini Perubahan Fungsi Jalur Sepeda di Jakarta
Kompas Images/Kristianto Purnomo
Pengendara sepeda motor memasuki jalur sepeda di kawasan Kanal Banjir Timur, Jakarta, Senin (4/3/2013). Jalur yang seharusnya dikhususkan untuk pesepeda sepanjang 23,5 kilometer tersebut seringkali diserobot oleh pengendara motor 

GAMBIR, WARTA KOTA -- Fungsi jalur sepeda di Jakarta bakal diubah dari sekedar sarana rekreasi menjadi penghubung antara transportasi publik ke tempat-tempat kegiatan masyarakat, beberapa tahun mendatang.  

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyebut Jakarta sudah memiliki bibit membangunnya. 

Saat ini, kata Sigit, di Jakarta sudah tersebar jalur sepeda sepanjang 26 kilometer di sudut-sudut kota. Berikutnya hanya perlu mencari cara menyambungkannya dengan transportasi publik, seperti transjakarta dan commuter line.

Baca: Ini Dua Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Pendamping Jokowi Menurut Jusuf Kalla

"Tugas kita di Dishub kini menyelesaikan rencana induk transportasi. Jalur sepeda merupakan bagian dari rencana induk transportasi tersebut," kata Sigit kepada wartawan di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (14/2/2018).

Jalur sepeda masuk ke dalam rencana induk transportasi berdasarkan kajian yang dilakukan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Kajian BPTJ menyebutkan Transit Oriented Development (TOD) harus didukung dengan kendaraan selain bermotor.

Jalur Sepeda di Jalan Munawarman menuju Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).
Jalur Sepeda di Jalan Munawarman menuju Jalan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015). (Warta Kota/bintang pradewo)

"Karena kalau bicara hari ini, pembangunan publik transport ada simpul-simpul yang dinamakan dengan TOD. TOD ini harus didukung dengan non-motor transportnya, baik dalam pedestrian walk ataupun integrasi dengan non vehicle atau sepeda. Karena ini (TOD) juga kita kembangkan (jalur sepeda) dalam rencana induk transportasi yang akan diselesaikan di 2018," ujar Sigit.

Terkait hal tersebut, dirinya mengaku masih melakukan pengkajian. Hanya saja, sejumlah titik strategis seperti Kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin akan dipastikan terbangun jalur sepeda berdampingan dengan pedesterian.

Baca: Delon Bersyukur Selalu Dapat Tawaran Manggung Saat Imlek

"Target pembangunan jalur sepeda dari rencana induk belum (ditetapkan), sebenarnya sekarang hampir semua pembangunan angkutan massal. Nah ini kita rumuskan bersama, sehingga pola pembangunan transport dan ruang bisa terintegrasi dan itu input juga pembangunan jalur sepeda di kawasan tersebut," ujar Sigit.

" Kalau Dukuh Atas-Sudirman-Thamrin bisa connect (tersambung) jalur sepeda, nanti kita semua dorong penggunaan public transportnya," tutup Sigit.(dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved