Sistem Hybrid Multiplexing di RUU Penyiaran Untungkan Pemerintah dan Industri Televisi

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan,

Sistem Hybrid Multiplexing di RUU Penyiaran Untungkan Pemerintah dan Industri Televisi
istimewa
Pertemuan Ketua DPR dan Menkominfo membahas RUU Penyiaran 

WARTA KOTA, JAKARTA- DPR dan pemerintah sepakat menggunakan sistem Hybrid Multiplexing dalam RUU Penyiaran. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo bersama Menkominfo Rudiantara bersama para pimpinan Fraksi menggelar pertemuan di DPR, Selasa (13/2/2018) membahas hal ini.

Ketua DPR menyebutkan pembahasan RUU Penyiaran sebelumnya masih terhambat pembahasan antara penggunaan sistem Single Mux dan Multi Mux.

Hybrid multiplexing adalah campuran antara single mux dan multi mux. Sistem single mux menerapkan pola pengelolaan penyiaran pada satu lembaga penyiaran publik, yakni meliputi aspek regulasi maupun operasional. 

Pada sistem single mux, pemerintah, melalui Lembaga Penyiaran Publik Radio Televisi Republik Indonesia (LPP RTRI), berperan sebagai pengelola. Sementara multi mux melibatkan lembaga penyiaran swasta atau industri televisi dalam pengelolaan.  Kekhawatiran single mux adalah kemungkinan monopoli penyiaran dan membuat pertumbuhan industri televisi melambat. Sedangkan dengan sistem hybrid multiplexing, satu frekuensi bisa menjadikan 12 kanal jika menggunakan resolusi rendah.

“Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya, sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata pria yang biasa disapa Bamsoet ini. 

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR RI dan pemerintah yang diwakili Menkominfo Rudiantara sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan Sistem Hybrid Multiplexing.

Bamsoet menilai sistem Hybrid Multiplexing merupakan kombinasi kebaikan yang ada di sistem Single Mux dan Multi Mux.

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan," jelas Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengemukakan RUU Penyiaran sebagai inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Hal ini mengingat besok sudah penutupan masa sidang DPR.

“Insya Allah sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya," tutup Bamsoet.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik adanya usulan Sistem Hybrid Multiplexing. Dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera bisa diselesaikan. 

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help