Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Pilkada Bekasi Sempat Diskors

Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi sempat diskors 10 menit.

Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Pilkada Bekasi Sempat Diskors
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Rapat pleno KPU Kota Bekasi mengundi nomor urut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi 

WARTA KOTA, BEKASI---Rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi sempat diskors 10 menit. Pendukung pasangan calon dari Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus (Nur Firdaus) komplain dengan mekanisme pengambilan urutan nomor yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bahkan petahana Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sampai mempersilakan pasangan Nur untuk lebih dulu memilih ketupat, media penentu nomor antrean. "Kalau antum (Nur) mau mengambil duluan, silakan," kata Rahmat Effendi saat rapat pleno di Hotel Horison, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (13/2/2018).

Baca: KPU Bekasi Sediakan Lapangan untuk Kampanye Terbuka

Pantauan di lapangan, KPU Kota Bekasi telah menyiapkan empat buah ketupat yang masing-masing berisi nomor 1 dan 2. Ada dua tahap untuk menentukan nomor di surat suara Pilkada serentak ini.

Undian pertama untuk menentukan antrean pasangan calon dalam pengambilan nomor. Sedangkan undian kedua untuk menentukan urutan di kertas suara saat ajang Pilkada Juni nanti. Namun mekanisme itu dirasa tidak adil dan tidak transparan oleh pasangan Nur Firdaus. Sebab ada perbedaan dalam ukuran dua ketupat yang dibuat KPU.

Mereka lalu memberikan ide kepada KPU agar menggunakan mekanisme yang lebih sederhana dan transparan seperti pengundian di wadah kaca.

Selama 10 menit, akhirnya KPU menskors rapat pengundian nomor untuk kedua pasangan calon itu. Kubu Rahmat Effendi tetap menyerahkan keputusan KPU karena sebagai penyelenggara pilkada, KPU tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun. KPU kemudian mengganti dua ketupat yang berbeda ukuran itu dengan dua tabung.

Baca: KPU Kota Bekasi Tetapkan Dua Pasangan Berlaga di Pilkada Kota Bekasi

Tahap pertama, Rahmat Effendi lebih dulu memilih satu dari dua ketupat yang ada. Rahmat pertama yang mengambil ketupat karena dia lebih dulu mendaftar ke kantor KPU Kota Bekasi di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur. Setelah ketupat dibelah, Rahmat mendapat nomor urut 1. Artinya dia kembali lebih dulu mengambil nomor urut untuk di kertas suara yang tersimpan di dalam tabung.

Rahmat kemudian memilih tabung dan isinya nomor urut 1. Dengan demikian, Rahmat dan Tri Adhianto Tjahyono akan memperoleh nomor urut 1 di kertas suara. Sedangkan pasangan Nur Firdaus mendapat nomor urut 2.

Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi, mengatakan, soal mekanisme pengambilan nomor memang tidak diatur oleh KPU Pusat, namun dikembalikan ke KPU Kota Bekasi sebagai pelaksana.

"Mekanisme ini memang tidak diatur namun agar tidak ada yang merasa dicurangi kita akan masukkan nomor di depan rapat pleno ini. Kita pakai ketupan karena ini muatan lokal dan dekat dengan warga Bekasi," kata Ucu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help