WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pembangunan Rusunawa Nagrak Telat Rampung, Ini Penjelasan Kontraktor

Komisi D DPRD DKI menyerang tiga kontraktor proyek Rusunawa Nagrak akibat keterlambatan penyelesaian.

Pembangunan Rusunawa Nagrak Telat Rampung, Ini Penjelasan Kontraktor
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Rusunawa Nagrak 

WARTA KOTA, GAMBIR - Komisi D DPRD DKI menyerang tiga kontraktor proyek Rusunawa Nagrak akibat keterlambatan penyelesaian.

Ketua Komisi D DPRD Iman Satria menuntut agar ketiga kontraktor itu dikenakan denda dan harus dimasukkan daftar buku hitam atau blacklist.

Rusunawa Nagrak dikerjakan oleh tiga kontraktor, yakni PT Totalindo Eka Persada (tower 1-5), PT Adhi Karya (tower 6-10), dan PT PP (tower 11-14).

Baca: Merek Barang Harus Seragam, Pembangunan Rusunawa Nagrak Tak Kunjung Rampung

Proyek pembangunan Menara 1-5 senilai Rp 378 miliar, Menara 6-10 senilai Rp 567 miliar, dan Menara 11-14 senilai Rp 453 miliar.

Ketiga kontraktor sama-sama tak bisa menyelesaikan pembangunan tepat waktu. 14 tower dan jalan akses masuk ke Rusunawa Nagrak seharusnya rampung pada 20 Desember 2017 lalu.

Tapi sampai 12 Februari atau sudah lewat masa pemberian kesempatan penyelesaian selama 50 hari (sampai 10 Februari), proyek belum juga selesai.

Baca: Deadline 8 Februari 2018, 14 Tower Rusunawa Nagrak Belum Rampung

Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Donald Sihombing, angkat bicara akibat tudingan dari Komisi D DPRD DKI itu.

Donald mengatakan, pemenang lelang proyek Rusunawa Nagrak tower 1-5 seharusnya diumumkan pada Februari 2017. Tapi, entah kenapa kemudian baru diumumkan pada Mei 2017, sehingga waktu pengerjaan mundur.

"Kita tanda tangan kontrak Bulan Mei 2017, dan baru mulai kerja Juni 2017," kata Donald ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (12/2/2018) malam.

Baca: Persiapan Lawan Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno Berenang ke Pulau Bidadari

Dibandingkan dua kontraktor lain di lokasi Rusunawa Nagrak (PT Adhi Karya dan PT PP), Donald mengklaim pihaknya bekerja lebih cepat.

"Mereka (PT Adhi Karya dan PT PP) mulai kerja dari Maret 2017. Kita dari Juni 2017. Tapi lihat, sekarang sama kan? Kita sudah 97 persen sampai sekarang," papar Donald. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help