WartaKota/
Home »

Bogor

Darurat Bencana di Bogor

Pedagang Oleh-Oleh Keluhkan Omzet Anjlok 80 Persen Saat Jalur Puncak Ditutup

Namun sejak penutupan kawasan Riung Gunung yang mulai ditutup di kawasan Gunung Mas, pria yang sudah lima tahun berjualan ini harus bersabar.

Pedagang Oleh-Oleh Keluhkan Omzet Anjlok 80 Persen Saat Jalur Puncak Ditutup
Tribun Bogor
Oleh-oleh di kawasan Puncak Bogor 

WARTA KOTA, BOGOR - Pasca-penutupan Jalur Puncak Bogor di kawasan Gunung Mas hingga Ciloto, pedagang oleh-oleh di kawasan Puncak mengeluh.

Rupanya hal itu berdampak pada jumlah wisatawan yang sangat menurun dibanding hari biasanya meski pun bagi pedagang berada di luar penutupan jalur.

Seperti yang diungkapkan olehpedagang oleh-oleh di Jalan Raya Puncak, kawasan Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Abdul Latif (20).

Di kawasan tersebut, kendaraan roda empat masih bisa melintas seperti biasanya namun pembeli oleh-oleh tetap menurun drastis.

"Wah kalo yang beli sekarang turun banget, nyampe 80 persenan lah," ujar Abdul kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (13/2/2018).

Ia menjelaskan bahwa sebelum penutupan jalur di hari libur ia bisa meraih omzet Rp 1 juta per hari dan di hari biasa bisa mendapat Rp 200 ribu perharinya.

Namun sejak penutupan kawasan Riung Gunung yang mulai ditutup di kawasan Gunung Mas, pria yang sudah lima tahun berjualan ini harus bersabar.

"Sejak ditutup, paling kalo akhir pekan saya dapet Rp 150 ribu, hari biasanya cuma Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu, itu juga yang beli orang Arab doang, wisatawan lokal mah hampir gak ada," ungkapnya.

Ia berharap bahwa pembukaan jalur di Riung Gunung segera dibuka seperti biasanya karena ia merasa terkena dampaknya walau pun daerah tempat ia berjualan tidak ikut ditutup.

"Saya pengennya sih itu penutupan segera dibuka jalurnya, soalnya sepi banget yang beli, yang datang ke Puncak jadi pada gak ada," ungkapnya. (Naufal Fauzy)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help