Home »

News

» Jakarta

Merek Barang Harus Seragam, Pembangunan Rusunawa Nagrak Tak Kunjung Rampung

Komisi D DPRD DKI kini menyerang tiga kontraktor yang mengerjakan 14 tower di proyek Rusunawa Nagrak, karena keterlambatan penyelesaian

Merek Barang Harus Seragam, Pembangunan Rusunawa Nagrak Tak Kunjung Rampung
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Air menggenangi jalan masuk menujur proyek tower 6-10 Rusunawa Nagrak yang dikerjakan PT Adhi Karya, Rabu (7/2/2018). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Komisi D DPRD DKI kini menyerang tiga kontraktor yang mengerjakan 14 tower di proyek Rusunawa Nagrak, karena keterlambatan penyelesaian.

Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria menuntut agar ketiga kontraktor itu dikenakan denda dan dimasukkan ke daftar hitam.

Ketiga kontraktor itu adalah PT Totalindo Eka Persada (tower 1-5), PT Adhi Karya (tower 6-10), dan PT PP (tower 11-14).

Baca: Doa Polisi Lebih Kuat Ketimbang Pemasok Sabu Jennifer Dunn

Tapi, para pekerja di lokasi proyek menyebut salah satu penyebab keterlambatan adalah keharusan merek barang yang sama.

Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat mengharuskan kontraktor memakai merek barang seragam. Akibatnya, kontraktor terkendala dalam penyuplaian akibat kehabisan stok barang.

Beberapa barang yang mesti menggunakan merek sama, antara lain keramik dan kloset. Akibat keharusan itu, kloset di Rusunawa Nagrak ada yang belum terpasang sampai Februari 2018, karena penyedia kehabisan stok.

Baca: Sudirman Said: Saya Ingin Menjadi Gubernurnya Orang Miskin

Kewajiban memakai merek keramik seragam membuat penyedia melakukan cuci gudang, dan membuat model keramik di beberapa lantai berbeda-beda.

Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Pemprov DKI Jakarta Triyanto, belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Pesan singkat dan telepon dari Wartakotalive.com tak ditanggapi.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help