WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

KPPU Nilai Ada Potensi Persaingan Usaha Tak Sehat Dalam Proyek Rusunawa di Jakarta

Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta diduga mengarahkan kontraktor Rusunawa menggunakan merek barang tertentu

KPPU Nilai Ada Potensi Persaingan Usaha Tak Sehat Dalam Proyek Rusunawa di Jakarta
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Jalan masuk menuju proyek tower 6-10 Rusunawa Nagrak yang dikerjakan PT Adhi Karya, kebanjiran pada Rabu (7/2/2018). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta diduga mengarahkan kontraktor Rusunawa menggunakan merek barang tertentu dalam proyek 41 tower Rusunawa tahun anggaran 2017.

Berdasarkan informasi dari para pekerja, hal itu jadi salah satu penyebab terlambatnya penyelesaian proyek 41 tower Rusunawa.

Termasuk 14 tower Rusunawa Nagrak di Marunda, Jakarta Utara.

Baca: Merek Barang Harus Seragam, Pembangunan Rusunawa Nagrak Tak Kunjung Rampung

Proyek Rusunawa Nagrak yang semestinya rampung pada 20 Desember 2017, sampai 13 Februari 2018 belum juga rampung.

Bahkan menurut para pekerja, sampai saat ini di proyek tower 1 - 5 Rusunawa Nagrak yang dikerjakan PT Totalindo, baru 50 persen kebutuhan Sanitair disuplai.

Sisanya belum disuplai sehingga kontraktor belum dapat memasangnya di kamar mandi tiap unit Rusunawa.

Penyuplaian terhambat lantaran supplier Sanitair berupa kloset, wastafel, dan lainnya itu kekurangaj stok.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf menilai kasus tersebut menarik.

Baca: Pembangunan Rusunawa Nagrak Telat Rampung, Ini Penjelasan Kontraktor

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help