Tahun Baru Imlek

Jelang Imlek, Pedagang Ikan Bandeng Berjejer di Sekitar Pasar Rawa Belong

Ikan bandeng ini ukurannya pun tidak biasa, alias jumbo. Paling kecil sekitar 2 kilogram, rata-rata yang banyak dijual ukuran 2-3 kilogram.

Jelang Imlek, Pedagang Ikan Bandeng Berjejer di Sekitar Pasar Rawa Belong
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
SEORANG pedagang ikan bandeng di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, menunjukkan ikan dagangannya, Selasa (13/2/2018). 

WARTA KOTA, RAWA BELONG --- Perayaan imlek juga identik dengan memasak ikan bandeng. Jadilah tradisi ini disikapi para pedagang ikan bandeng musiman.

Di Jakarta, pedagang musiman ikan bandeng biasa ditemui di sekitar Pasar Rawa Belong. Begitu memasuki gapura Pasar Rawa Belong, Jalan Sukabumi Utara/Sulaiman, Jakarta Barat, akan  langsung melihat deretan penjual ikan bandeng yang diletakan dalam meja-meja kayu.

Padagang ini mulai menggelar dagangannya sejak Senin (12/2/2018) hingga Kamis malam. Ikan bandeng ini ukurannya pun tidak biasa, alias jumbo. Paling kecil sekitar 2 kilogram, rata-rata yang banyak dijual ukuran 2-3 kilogram. Tapi ada juga yang menjual ikan bandeng ukuran 8 kilogram. Padahal ikan bandeng pada hari biasa 1 kg bisa berisi 2-3 ekor.

IKAN bandeng berat 8 kg dibandingkan ikan bandeng berat 2 kg-an, dijajakan di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018).
IKAN bandeng berat 8 kg dibandingkan ikan bandeng berat 2 kg-an, dijajakan di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018). (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

“Dulu-dulu kita jualan seminggu sebelum Imlek. Tapi ada yang protes kalau seminggu kelamaan karena suka bikin macet, jadi akhirnya cuma 4-5 hari saja. Hari Senin hari pertama kami jualan,” ujar Atta (60) salah satu pedagang ikan bandeng yang ditemui Warta Kota.

Ata yang sehari-hari menjual ikan di Pasar Slipi tidak menyia-nyiakan  momen menjelang Imlek untuk berdagang di seputaran Rawa Belong. Ia sudah berjualan ikan bandeng menjelang Imlek sejak tahun 1980.

“Dari masih sedikit sampe akhirnya jadi banyak yang jual ikan bandeng. Tahun lalu saya hitung ada 27 pedagang, sekarang kayaknya lebih sedikit. Tapi nggak tahu kalau besok nambah lagi pedagangnya,” ujarnya.

SETIAP menjelang Imlek, banyak pedagang ikan bandeng yang menjajakan dagangannya di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, seperti tampak pada Selasa (13/2/2018).
SETIAP menjelang Imlek, banyak pedagang ikan bandeng yang menjajakan dagangannya di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, seperti tampak pada Selasa (13/2/2018). (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Zein (50) mengaku dihari-hari biasa menjadi tukang bangunan. Namun menjelang Imlek ikut mencicipi ‘gurihnya’ berdagang ikan bandeng. Sayangnya baik Zein maupun Ata enggan mengungkapkan keuntungan yang didapatnya.

“Pokoknya lumayan lah buktinya saya jualan dari tahun 1980,” kata Ata.

Rata-rata ikan bandeng itu didapat dari Muara Angke, Jakarta Utara yang dibeli pada malam hari lalu dijual keesekan harinya. Setiap hari antara 1-1,5 kuintal disiapkan untuk dijual. Baik Ata maupun Zein kebanyakan menjual ukuran 2-4 kg saja. Kalaupun yang besar hanya sesekali saja. Karena kebanyakan pembeli memilih ukuran itu.

“Di sini yang beli bukan orang Tionghoa saja yang merayakan Imlek tapi orang Betawi juga. Kalau orang Betawi dimasak pindang. Bahkan dulu orang betawi juga suka bikin ikan bandeng dikecapin yang ditambah pete dan juga kue keranjang. Tapi orang Betawi yang muda-muda sudah malas bikin pindang ikan bandeng,” ujar Ata.

JEJERAN pedagang ikan bandeng di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018).
JEJERAN pedagang ikan bandeng di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, Selasa (13/2/2018). (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

Pembeli ikan bandeng di Rawa Belong juga bukan hanya seputar Rawa Belong saja tapi bisa dari mana-mana.

Deny (35) salah satu orang Betawi yang tinggal di Rawa Belong mengakui, memasak ikan bandeng hanya dilakukan  oleh orangtuanya saja. Sementara ia dan istrinya tidak memasak ikan bandeng. “Makan di rumah orangtua saja deh. Masak sendiri ribet,” katanya.

Menurut Zein, ikan bandeng yang dijualnya dan juga para pedagang di Rawa Belong selalu segar. Dari Muara Angke langsung diletakan di boks yang berisi es agar kesegarannya tetap terjaga. Hanya saja tetap diperlukan kejelian agar ikan bandeng yang dipilih kualitasnya masih bagus.  Seperti juga ikan pada umumnya, kesegaran ikan bandeng bisa dilihat dari matanya yang bening, insang warna merah, dan badan mulus. 

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved