Gagal Bisnis MLM, Dwi Beralih Jadi Dukun Cabul

Dwi menjanjikan bisa membuka aura, memperlancar rezeki, dan mudah mendapatkan pasangan kepada sejumlah perempuan.

Gagal Bisnis MLM, Dwi Beralih Jadi Dukun Cabul
Tribun Jateng
ilustrasi pencabulan 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA---Terungkapkan praktik perdukunan menyimpang oleh Dwi Agus (39) berkat laporan korbannya yang merasa dilecehkan.

Dwi menjanjikan bisa membuka aura, memperlancar rezeki, dan mudah mendapatkan pasangan kepada sejumlah perempuan. Namun yang ia lakukan justru mencabuli para pasiennya. Sebagian pasien bahkan diajaknya berhubungan badan dengan dalih mengusir jin jahat dalam diri pasien.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso mengatakan, sebelum menjalani profesi sebagai dukun cabul, pelaku cukup lama berkiprah dalam bisnis multi level marketing (MLM) alat kesehatan serta obat-obat herbal.

Baca: Mengaku Bisa Usir Genderuwo dan Sosok Nenek Tua, Dukun Ini Cabuli Pasiennya

"Dia menggeluti MLM sejak 2010. Belakangan beralih profesi sebagai orang pintar yang mengaku bisa mengusir makhlub gaib dari tubuh untuk membuka aura," kata Bismo Teguh di kediaman pelaku Jalan Haji Muhi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Pelaku menyasar para perempuan cantik berusia belasan tahun hingga 30 tahun sebagai calon korban. Modusnya, pelaku mengatakan kepada calon korban bahwa di dalam tubuh korban bersemayam makhluk gaib yang menutup aura dan menghambat kesuksesan baik dalam hal rezeki maupun jodoh.

Baca: Guru Honorer di Pasar Rebo Cabuli 16 Siswanya dengan Iming-iming Nilai Bagus dan Ditraktir Makan

Pelaku kemudian menjanjikan bisa mengusir makhluk gaib itu dengan sejumlah persyaratan, termasuk dengan berhubungan badan.

Sejumlah korban yang tidak terima dengan sistem terapi itu, kemudian melaporkan pelaku ke polisi. Pelaku diciduk di rumahnya di kawasan Pondok Pinang. Rumah itu pula yang menjadi tempat praktik Dwi dalam menjalankan profesi dukunnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved