Korupsi KTP Elektronik

Belajar Agama, Setya Novanto dan Auditor BPK Sekamar di Rutan KPK

Persahabatan bisa terjalin di mana saja dan kepada siapa saja, tidak terkecuali di dalam rumah tahanan (rutan).

Belajar Agama, Setya Novanto dan Auditor BPK Sekamar di Rutan KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka suap pemberian predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) Kemendes PDTT Rochmadi Saptogiri, keluar dari Gedung KPK, usai menjalani pemeriksaan, Rabu (6/9/2017). Rochmadi Saptogiri yang menjabat sebagai auditor utama BPK ini kembali ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) bersama rekannya yang juga auditor BPK, Ali Sadli. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Persahabatan bisa terjalin di mana saja dan kepada siapa saja, tidak terkecuali di dalam rumah tahanan (rutan).

Sama-sama satu nasib hidup di balik jeruji besi, ternyata kini dua terdakwa dalam kasus berbeda yang menghuni Rutan Merah Putih KPK,‎ saling bersahabat.

Mereka adalah Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri, terdakwa kasus suap; dan mantan Ketua DPR Setya Novanto‎, terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

Baca: Setya Novanto Pajang Foto Putra Bungsunya di Sel Rutan KPK

Selama beberapa bulan terakhir, keduanya tinggal dalam satu sel tahanan yang sama. Alhasil, banyak aktivitas yang sering dilakukan bersama.

Ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/2/2018), Setya Novanto sempat menceritakan bagaimana persahabatan di antara keduanya.

Ternyata, Rochmadi Saptogiri atau Pak Sapto, begitu biasa Setya Novanto memanggilnya, adalah sosok yang agamis.

Baca: Setya Novanto: Belajar Ngepel Lagi, Nyapu Lagi‎, Sampai Sarang Laba-laba Juga Saya Bersihkan

Bersahabat dengan Sapto, Setya Novanto mengaku sering diajarkan soal ilmu agama, membaca surat-surat, hingga membaca Alquran.

Tidak jarang pula, Sapto menjadi imam ketika salat berjemaah. Melihat sosok Sapto yang religius, Setya Novanto mengaku sedang belajar untuk bisa menjadi lebih baik.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help