Usaha Percetakan Bangkrut, Gino Beralih Bisnis Bikin Rokok Palsu

"Sebelumnya pemilik warung tidak curiga karena orang itu seperti sales Sampoerna beneran. Pakai seragam juga,"

Usaha Percetakan Bangkrut, Gino Beralih Bisnis Bikin Rokok Palsu
Warta Kota/Feryanto Hadi
Jajaran Polsektro Tebet menangkap komplotan pemalsu rokok Dji Sam Soe. 

WARTA KOTA, SETIA BUDI -- Komplotan pemalsu rokok Dji Sam Soe yang ditangkap jajaran Polsektro Tebet mengantongi keuntungan puluhan juta perbulan dari aksinya.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan, komplotan ini bekerja secara terstruktur, mulai dari produsen hingga sales yang mengenakan seragam Sampoerna untuk mengelabuhi pemilik warung.

"Aduan pertama kali dari konsumen yang curiga dengan rasa pahit dan kemasan rokok yang aneh. Dia kemudian mengembalikan rokok ke warung," kata Mardiaz saat menggelar jumpa pers di Mapolsek Setia Budi, Senin (12/2).

Pemilik warung di Jalan Karbela, Kelurahan Karet, Setia Budi, juga curiga setelah mengamati dengan saksama rokok itu.

Ia kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

Seminggu kemudian, sales gadungan kembali datang membawa sejumlah slop rokok.

Saat itulah pemilik warung menghubungi polisi.

"Sebelumnya pemilik warung tidak curiga karena orang itu seperti sales Sampoerna beneran. Pakai seragam juga," imbuh kapolres.

Empat orang diamankan dalam kasus ini, yakni Gino selaku pembuat, Bambang Sudarmadji selaku suplier dan dua orang sebagai pengedar yakni Budi Santoso dan Zen.

Kapolsek Setia Budi AKBP Irwa Zaini Adib menambahkan, pelaku bisa mengantongi keuntungan hingga Rp10 juta dari aksinya.

"Dia beli tembakau per kilo Rp 35 ribu. Satu kilo tembakau bisa jadi lima slop sementara dia menjual satu slop rokok seharga Rp105 ribu. Padahal harga normalnya itu satu slop Rp143 ribu," katanya.

Irwa menambahkan, dari pengakuan pelaku Gino, ia terjun ke bisnis terlarang ini lantaran usaha percetakannya bangkrut.

Ia kemudian berinisiatif memprodukai rokok palsu dengan sebelumnya membeli alat cetak rokok dari Jawa Tengah. Adapun usaha ini sudah dimulai sejak Juni 2017 dengan cakupan distribusi area Jabodetabek.

"Bungkus rokok dan cukai dia juga yang cetak karena sebelumnya memang punya percetakan. Jadi memang agak identik dengan kemasan aslinya. Hanya saja, soal rasa, mudah diketahui produknya itu palsu," imbuh dia.

Para pelaku dijerat pasal 386 KUHP Jo Pasal 62 ayat 1 Undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.(*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved