Tiga Pasien Korban Penyerangan Gereja Santa Lidwina Masuki Tahap Temulihan

Ketiga korban penyerangan di Gereja Santa Lidwina yang masih dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta saat ini memasuki tahap pemulihan.

Tiga Pasien Korban Penyerangan Gereja Santa Lidwina Masuki Tahap Temulihan
Tribun Jogja
Jir Harsani saat membantu membersihkan gereja santa Lidwina(KOMPAS.com / Wijaya Kusuma) () 

WARTA KOTA, SLEMAN -- Ketiga korban penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Jalan Jambon, Kabupaten Sleman, yang masih dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta saat ini memasuki tahap pemulihan, demikian disampaikan pihak rumah sakit.

"Ketiga pasien yang dirawat, yakni Romo Prier, Pak Yohannes, dan Pak Budijono dalam kondisi baik. Sekarang dalam tahap pemulihan saja," kata Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta Teddy Janong, di Yogyakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut Teddy, pada tahap pemulihan itu, tim dokter lebih fokus memperhatikan aspek psikologis atau kejiwaan ketiga pasien.

Teddy menjelaskan, sejumlah penanganan yang telah dilakukan sejak pasien berada di ruang instalasi gawat darurat (IGD) pada Minggu (11/2/2018) meliputi scan otak untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah pada otak yang dilanjutkan operasi pembersihan luka akibat sabetan senjata tajam dari pelaku penyerangan.

Baca: MAARIF Institute: Usut Tuntas Motif Pelaku Penyerangan Gereja Lidwina

Ia mengatakan meski saat ini dalam kondisi membaik Romo Piers dan Yohannes Tri masih berada di ruang intensive care unit (ICU), sedangkan Budijono sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

"(Romo Prier dan Yohannes) masih di ICU karena masalah anestesi saja, karena masalah obat bius. Karena operasinya cukup besar, kan dijahit, kalau tidak dibius lokal tidak kuat," kata dia.

Teddy memperkirakan satu atau dua hari kemudian kedua pasien itu bisa segera dipindahkan ke ruang perawatan biasa seperti halnya Budijono.

"Kalau kondisi sekarang keduanya sudah bisa komunikasi, bisa makan minum dengan baik, dan bisa ngobrol," kata dia. (Antaranews.com)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help