Netizen Kecewa Soal Persekusi Biksu Tangerang

"Pak @jokowi @WH_WahidinHalim @DivHumasPolri demi kebhinnekaan mohon lindungi umat Buddha beribadah," tulisnya

Netizen Kecewa Soal Persekusi Biksu Tangerang
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Muhaimin Iskandar bersama warga pemeluk agama Budha saat menggelar solidaritas? Indonesia untuk Rohingnya yang bertemakan "Rohingnya adalah? Kita" di Wihara Dharma Bhakti (Cing Te Yen), Jalan Petak Sembilan Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (3/9). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Video tentang seorang biksu bernama Mulyanto Nurhalim yang mendapat penolakan dari sejumlah warga Kampung Baru RT 01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (10/2/2018) lalu mendapatkan sorotan dari publik.

Mereka geram dengan aksi yang disebut anti Pancasila tersebut.

Seperti Mariya Mubarika lewat akun @MarikaRahman_ yang segera membagikan ulang video tersebut dengan menyematkan akun resmi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kepolisian dan Calon Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Pak @jokowi @WH_WahidinHalim @DivHumasPolri demi kebhinnekaan mohon lindungi umat Buddha beribadah," tulisnya menyertai video tersebut pada Sabtu (10/2/2018). (https://twitter.com/MarikaRahman_/status/962251254310232065)

"Saya percaya Pak @WH_WahidinHalim akan segera menindak persekusi saudara saudara kita umat Buddha di Legok Banten," tulisnya lagi.

Sementara itu, Jeremiah Karsten lewat akun @Kars104 mengaku sangat prihatin. Menurutnya, kebaktian atau ibadah lainnya menurutnya serupa dengan pengajian yang dilakukan oleh umat muslim, sehingga apakah keyakinan akan bnerubah apabila pemeluk agama lain melakukan ibadah masing-masing.

"Sangat prihatin saya melihat kesewenang wenangan sekelompok orang yg merasa mayoritas. Kenapa orang tdk boleh melakukan ibadah/kebaktian di rumahnya sendiri? Apa bedanya dgn pengajian yg dilakukan di rumah?
Apakah bila anda melihat umat Budha beribadah, iman anda akan berubah?," tulisnya kecewa.

"Orang orang ini tidak faham ayat surah Al Falaq, Lakum dinukum walliyadin, untukmu agamamu, untukku agamaku, udaah jangan mengusik agama orang lain kalau gak mau di usik, saling toleran itu penting, selama akidah kita tetap pada tempatnya. Islam itu agama adem dan damai," balas Yanuar Saputra‏ @yanuar_oladipo.

Seperti diketahui sebelumnya, sebuah video persekusi biksu beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, sang biksu diminta membacakan surat pernyataan yang berisi tidak akan melakukan ritual keagaaman di wilayah Kampung Baru RT 01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (10/2/2018) lalu. Video tersebut pun mendapat respon dari publik dan terus dibagikan hingga kini. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help