Klaim Rp 150 Juta Bermasalah, Nasabah Kembali Laporkan Asuransi Allianz

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti.

Klaim Rp 150 Juta Bermasalah, Nasabah Kembali Laporkan Asuransi Allianz
Warta Kota/Mohamad Yusuf
PT Asuransi Allianz kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Kali ini, sang nasabah, Wiwih Luciani Bohar, melaporkan oknum agen Allianz, Feronika. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- PT Asuransi Allianz kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Kali ini, sang nasabah, Wiwih Luciani Bohar, melaporkan oknum agen Allianz, Feronika.

Pasalnya diduga telah mencuri atau menggelapkan sebanyak empat polis asuransi yang dibeli oleh suaminya, Belki Sukiyo, yang kini sudah meninggal.

PT Asuransi Allianz kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Kali ini, sang nasabah, Wiwih Luciani Bohar, melaporkan oknum agen Allianz, Feronika.
PT Asuransi Allianz kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Kali ini, sang nasabah, Wiwih Luciani Bohar, melaporkan oknum agen Allianz, Feronika. (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

“Permasalahan ini bermula adanya dugaan penggelapan polis asuransi senilai Rp 105 juta. Dimana pada Februari 2017 suami dari Wiwih, sakit dan memerlukan perawatan,” kata Alvin Lim, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Wiwih pun mengajukan klaim ke pihak Allianz. Namun sempat beberapa kali ditolak karena dianggap tidak sesuai.

“Penolakan klaim rawat inap itu karena belum lewat masa tunggu satu tahun untuk pengajuan sakit khusus. Karena ada satu diagnosa dokter mengatakan Bapak Belki stroke,” kata Alvin.

Sementara dokter di empat rumah sakit memberikan diagnosa berbeda-beda. Namun, saat itu, karena terkendala dana, Belki dirawat di rumah. Kemudian pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Juli 2017 lalu.

Ia meninggalkan istri dan anak yang masih kecil. Saat itu juga Allianz langsung membayar klaim yang sebelum sempat ditolaknya.

“Saat itu, klaim meninggal dan kritis ditransfer ke rekening atas nama sang istri. Sedangkan klaim kesehatan atau rawat inap ditransfer ke rekening BCA atas nama almarhum suaminya,” katanya.

Lalu, karena dana klaim diatas Rp 50 juta, maka pihak BCA mengharuskan nasabah menyertakan surat kematian dan surat waris sebagai syarat penarikan.

Halaman
123
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved