Kiom-Yarvuan Mengangkat Keterpurukan

Rumah warga dipulas dengan warna Merah-Putih dan dinding-dindingnya dihias gambar.

Kiom-Yarvuan Mengangkat Keterpurukan
Warta Kota/Intan Ungaling
Warga yang tinggal di Kampung Merah Putih 

WARTA KOTA, JAKARTA---Warga yang tinggal di Kampung Merah Putih terdiri atas warga Kiom dan Yarvuan. Sebanyak 147 kepala keluarga menjadi penghuninya. Mereka memiliki sejarah panjang selama tinggal di kampung yang terletak di bibir Laut Fair, Kota Tual, Provinsi Maluku.

Warga Kiom tinggal di rumah-rumah yang letaknya lebih di atas. Sedangkan rumah warga Yarvuan terletak lebih ke bawah lagi mendekati bibir laut. Kedua kelompok warga ini kerap berseteru. Dampaknya, tempat tinggal mereka dianggap bronx dan kumuh.

Baca: Menjelajah Kampung Merah Putih

Ketika perusahaan cat dalam negeri, Pacific Paint, ingin menyelenggarakan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan terhadap warga Kiom-Yarvuan tidak mudah. Pacific Paint ingin kampung tersebut `disulap' menjadi lebih indah dan cantik dengan warna-warna bernuansa kebangsaan merah-putih.

Pendekatan terhadap warga butuh waktu berhari-hari dan berminggu-minggu, hingga mereka menyetujui program Kampung Merah-Putih. Syaratnya, warga ingin nama Kiom dan Yarvuan tetap menempel pada kampung tersebut. "Kiom tetap dengan nama Kiom, tidak ada perubahan nama," kata Wali Kota Tual, Adam Rahayan, saat peresmian Kampung Merah Putih, Kota Tual, baru-baru ini.

Warga setuju kampungnya tampil beda. Rumah warga dipulas dengan warna Merah-Putih dan dinding-dindingnya dihias gambar. Namun lagi-lagi, tidak serta merta mereka setuju dengan gambar yang menyiratkan perjuangan bangsa. "Saya ingin gambar anak saya yang ada di dinding," kata seorang ibu dari Kiom.

Baca: Ide Membuat Kawasan Ini dari Kampung Bekelir Tangerang

Begitu juga, ada warga yang ingin ayahnya yang sudah renta dilukis di dinding depan rumahnya. Sang ayah pun dengan bangga berdiri di samping lukisan wajahnya. Dia melemparkan senyumnya saat difoto wartawan.

Saat peresmian Kampung Merah Putih, untuk pertama kalinya, dua tokoh pemuda Kiom dan Yarvuan, berdiri di atas satu panggung. Mereka kompak meyakini bahwa kampung yang tampil dengan wajah baru akan membawa keberuntungan. Terutama mengangkap kondisi sosial-ekonomi mereka menjadi lebih baik dan mapan.

Setelah kampung itu berubah menjadi berwarna, warga lain yang semula takut dan khawatir masuk ke Kampung Kiom-Yarvuan, kini tanpa ragu mendatangi kampung tersebut. Mereka membawa ponsel di tangannya dan berselfie ria tanpa sungkan-sungkan. (intan ungaling)

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved