Kepala Kesbangpol Jawa Barat Kaget Disuruh Jadi Walikota Bekasi Sementara

“Sampai sejauh ini saya tidak pernah tahu dan justru saya kaget nama saya dimasukan dalam daftar itu,” kata Ruddy saat dihubungi pada Senin (12/2).

Kepala Kesbangpol Jawa Barat Kaget Disuruh Jadi Walikota Bekasi Sementara
istimewa
Kantor Walikota Bekasi 

WARTA KOTA, BEKASI- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat, R. Ruddy Gandakusumah mengaku, tidak mengetahui namanya masuk dalam tiga nama bursa untuk dijadikan Penjabat sementara (Pjs) dan Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi selama Pilkada 2018. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada pembahasan dari tingkat Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait rencana tersebut.

Bahkan dia juga tidak pernah dipanggil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Mendagri Tjahjo Kumolo atas penunjukkan namanya. “Sampai sejauh ini saya tidak pernah tahu dan justru saya kaget nama saya dimasukan dalam daftar itu,” kata Ruddy saat dihubungi pada Senin (12/2).

Meski demikian, kata dia, bila benar namanya ditunjuk dia akan melaksanakan tugas dan kewajiban itu sepenuh hati. Bagi Ruddy, tugas merupakan amanah dan wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Tapi kita lihat keputusannya nanti, saya tidak ingin mendahului apapun,” ujar Ruddy.

Dia menambahkan, sejumlah pejabat eselon II di Provinsi Jawa Barat memang diajukan untuk mengisi delapan daerah tingkat kota/kabupaten di wilayah setempat yang menggelar Pilkada 2018 serentak. Namun nama-nama yang diajukan itu, kata dia, sifatnya rahasia dan hanya diketahui oleh Gubernur dan Mendagri.

“Saya pegawai negeri sipil (PNS) profesional yang melaksanakan tugas sesuai perintah pimpinan. Jadi putusan apapun itu wajib saya laksanakan,” ungkapnya.

Ruddy menyatakan, tugasnya sebagai Kesbangpol di Jawa Barat juga cukup berat. Dia harus melakukan pembinaan, pengawasan kegiatan organisasi masyarakat yang sifatnya ideologis di wilayah Jawa Barat. Dia mengibaratkan, tugasnya itu sebagai mata dan telinga kepala daerah untuk mendeteksi dini potensi yang bisa mengganggu jalannya roda pemerintahan.

“Meski nanti ditunjuk sebagai Pj, saya tetap menjabat sebagai Kesbangpol Jawa Barat. Saya tidak bisa meninggalkan jabatan denfitif dari Kesbangpol, kalau dilepas berarti bukan Penjabat,” katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help