Kartini Pegunungan Kendeng Habiskan 7 Juta untuk Tabuh Lesung di Depan Istana Presiden

"Biayanya kami dapat dari urunan petani. Kami juga punya kas, setiap kali panen sebagiannya dimasukkan ke kas,' ujar Sukinah.

Kartini Pegunungan Kendeng Habiskan 7 Juta untuk Tabuh Lesung di Depan Istana Presiden
Warta Kota/Hamdi Putra
Para petani dari Rembang, Jawa Tengah, yang menamai dirinya dengan sebutan 'Sembilan Kartini Kendeng' melakukan aksi tabuh lesung di depan Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/2). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Hamdi Putra.

WARTA KOTA, GAMBIR -- Untuk dapat beraksi di depan Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/02), sembilan orang Kartini dari pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah, harus mengeluarkan biaya sekitar Rp7 juta.

Mereka berangkat dari Rembang pada Sabtu (10/02) dan tiba di Jakarta pada keesokan harinya.

"Carter mobil elf. Sekali jalan ongkosnya sekitar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta, belum termasuk makan dan ongkos pulang," kata Sukinah, petani Rembang yang ikut menabuh lesung.

Biaya yang digunakan untuk aksi mereka diperoleh melalui urunan dan kas para petani.

"Biayanya kami dapat dari urunan petani. Kami juga punya kas, setiap kali panen sebagiannya dimasukkan ke kas,' ujar Sukinah.

Menurutnya, para petani Rembang yang tidak ikut ke Jakarta, mereka memberikan bantuan berupa biaya.

"Yang tidak ikut itu, mereka juga urunan, kan demi kepentingan bersama," jelas Sukinah.

Bagi mereka, jumlah uang yang dihabiskan untuk menyampaikan tuntutan kepada Presiden Jokowi, tidak ada artinya dibandingkan dengan kerusakan alam yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan di pegunungan Kendeng.

"Kalau dulu, Buto Ijo makan matahari dan bulan. Kalau zaman sekarang, Buto Ijo-nya makan bumi, ya pabrik semen itulah Buto Ijo-nya," ucap Sukinah.

Halaman
123
Penulis: Hamdi Putra
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved