Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Tidak Mampu Bertoleransi di Negara Kita

Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku intoleransi di Tanah Air.

Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Tidak Mampu Bertoleransi di Negara Kita
TRIBUN JOGJA
Suliono (22) menyerang Gereja St Lidwina, Dukuh Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, DIY, Minggu (11/2/2018) sekira pukul 07.30 Wib. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku intoleransi di Tanah Air.

"‎Sudah kita perintahkan aparat tindak tegas, dan negara menjamin penegakan konstitusi secara terus-menerus. Kapolri masih dalami, saya belum dapat laporan (apakah ada unsur politik)," ujar Jokowi seusai menghadiri acara peresmian pembukaan rapat kerja kepala perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut Jokowi, konstitusi telah menjamin kebebasan beragama di Indonesia, maka tidak ada tempat bagi orang-orang yang mendukung, melakukan, mengembangkan, dan menyebarkan perilaku intoleransi.

Baca: Penyerang Gereja di Sleman Cuma Mau Menikah dengan Bidadari

"Masyarakat kita ini sudah puluhan tahun bisa hidup bersama dengan pemeluk keyakinan yang beragama dan berbeda," ucap Jokowi.

‎Tindakan penyerangan terhadap pemuka agama dan preilaku intoleransi, kata Jokowi, bukan hanya terjadi di Indonesia, seiring keterbukaan informasi di setiap penjuru dunia.

"Sekali lagi, tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita, di Indonesia‎, apalagi dengan cara-cara kekerasan, berujar saja tidak, apalagi dengan cara kekerasan," tegas Jokowi.

Baca: BREAKING NEWS: Umat Gereja Santa Lidwina Sleman Diserang Saat Misa, Polisi Tembak Pelaku

Pada Minggu (11/2/2018) kemarin, aksi penyerangan terhadap umat yang sedang beribadah dan seorang pastor, terjadi di Gereja Stasi Santa Lidwina Bedog, Paroki Kumetiran, Sleman, Yogyakarta. Senjata tajam yang digunakan pelaku melukai sejumlah umat dan Romo Karl Edmund Prier SJ, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Di Yogyakarta, sebelumnya juga terjadi aksi pembubaran paksa terhadap acara bakti sosial yang diselenggarakan Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Bantul.

Beberapa hari yang lalu, terjadi aksi persekusi yang dialami Biksu Mulyanto Nurhalim di Kabupaten Tangerang, Banten.

Serangan dan penganiayaan terhadap tokoh agama juga dialami oleh KH Umar Basri (ulama dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Bandung) pada 27 Januari 2018, dan Ustaz Prawoto pada 1 Februari 2018. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved