6,4 Juta Pekerja DKI Jakarta Belum Terlindungi BPJS

“Baru 1,1 juta pekerja aktif yang sudah terdaftar berdasarkan NIK DKI Jakarta, 900 kaum pekerja formal dan sisanya pekerja informal.."

6,4 Juta Pekerja DKI Jakarta Belum Terlindungi BPJS
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pekerja terus mengerjakan pembangunan transportasi massal Light Rail Transit (LRT) di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (25/1/2018). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Dari total 7,5 juta penduduk berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) DKI Jakarta, sebanyak 6,4 juta pekerja belum terlindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK).

“Baru 1,1 juta pekerja aktif yang sudah terdaftar berdasarkan NIK DKI Jakarta, 900 kaum pekerja formal dan sisanya pekerja informal. Oleh karena itu kami terus lakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan,” ujar M Krishan Syarief selaku Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan saat melakukan Wisata Akuisisi dalam rangka sosialisasi dan edukasi BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Koja, Jakarta Utara, Sabtu (10/2).

Bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya, BPJS TK mengajak para pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Penerima Upah (PU) untuk segera mendaftarkan diri dan mendapat manfaat sebagai peserta BPJS TK.

“Khususnya para pekerja di pasar-pasar ini yang tentunya juga memiliki risiko dalam bekerja, iurannya cukup Rp 16.800 mereka sudah mendapat perlindungan, lebih murah ketimbang mereka beli sebungkus rokok,” papar Krishna.

Wisata Akuisisi dilakukan serentak di lima pasar di wilayah Jakarta Utara yaitu Pasar Rawa Badak, Pasar Teluk Gong, Pasar Suka Pura, Pasar Sunter, dan Pasar Koja. Dari kelima pasar tersebut, BPJS TK menargetkan peserta baru sebanyak 6.000.

“Tentunya kami tidak bisa bekerja sendiri untuk itu kami mengajak Babeh-Babeh di DKI Jakarta, para pemberi kerja dan perusahaan lainnya untuk segera mendaftarkan para pekerjanya,” tutur Krishna.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Drs. Priyono saat mendampingi BPJS TK dalam Wisata Akuisisi mengatakan, melalui pegawai pengawas, pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan para pekerjanya.

“Hingga saat ini tercatat sudah 80 persen para pekerja di DKI Jakarta telah terdaftar, diharapkan tahun ini sasaran sektor formal untuk ikut semua ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Priyono.

Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Disnaker mencoba menggaet para calon peserta untuk bergabung dengan BPJS TK.

“Terkait perijinan yang dikeluarkan PTSP, ada syarat yang harus dilakukan dalam mengajukan permohonan ijin yakni sudah harus mengikut sertakan para karyawannya dalam program BPJK TK,” kata Priyono.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved