Warga Pengadegan Lama di Pengungsian karena Beberapa Hal Ini

Proses pemompaan air baru dimulai pada Rabu karena petugas harus menunggu permukaan Sungai Ciliwung turun.

Warga Pengadegan Lama di Pengungsian karena Beberapa Hal Ini
Warta Kota/Feryanto Hadi
Puluhan ibu-ibu PKK sibuk memasak untuk keperluan makan malam warga Pengadegan. 

WARTA KOTA, PANCORAN---Ribuan warga Kelurahan Pengadegan mulai membawa kembali sejumlah perabotan ke rumah masing-masing setelah sepekan rumah mereka terendam lumpur, Minggu (11/2/2018)

Mursyid, Lurah Pengadegan, mengatakan, sejak Minggu pagi sebagian warga mulai kembali ke rumah mereka masing-masing setelah lumpur dibersihkan.

"Mulai tadi juga kami minta PLN supaya menyalakan kembali aliran listrik yang sebelumnya dimatikan demi keamanan," kata Mursyid.

Mursyid mengatakan, warga cukup lama berada di pengungsian dikarenakan sejumlah hal. Proses pemompaan air baru dimulai pada Rabu karena petugas dari Badan Air harus menunggu permukaan Sungai Ciliwung turun.

"Karena tidak mungkin air di perkampungan disedot sementara ujung pompa masih di bawah permukaan air. Masalah lain, sejumlah sampah kiriman juga menyumbat saluran air," kata Mursyid.

Baca: Anak-anak Korban Banjir di Pengadegan Butuh Trauma Healing

Kemudian, setelah proses pemompaan air, warga dibantu PPSU dan satgas badan air masih harus membersihkan lumpur yang memenuhi perkampungan. Ketebalan lumpur, dikatakannya, mencapai satu meter.

"Sengaja air di perkampungan tidak dipompa habis karena untuk bersihin lumpur itu," kata Mursyid.

Mursyid yang selama sepekan ini mengaku kurang beristirahat ini, berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu penanganan banjir maupun pascabanjir.

"Dari mulai proses penanganan pengungsi, penyedotan yang tidak mudah karena harus menunggu pipa pompa di atas permukaan sungai, penanganan sampah kiriman hingga pembersihan lumpur. Banyak pihak yang terlibat. Saya dan warga Pengadegan sampaikan terimakasih," kata Mursyid.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help