Solidaritas Muslim Indonesia Kecam Pembantaian 200 Jiwa Muslim India

"Banyak penduduk yang tak bersalah ditangkap dan disiksa sehingga pelanggaran HAM terjadi berulang-ulang,” kata Azam

Solidaritas Muslim Indonesia Kecam Pembantaian 200 Jiwa Muslim India
Istimewa
Massa Solidaritas Muslim Indonesia saat menggelar unjuk rasa di Kedubes India, mengecam pembantaian 200 jiwa muslim India. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Solidaritas Muslim Indonesia untuk Kashmir mengecam keras terhadap Pemerintah India, terkait pembantaian kurang lebih 200 ribu jiwa rakyat Kashmir, India.

Koordinator Aksi Solidaritas Muslim Indonesia untuk Kashmir, Azam Khan mengatakan, pihaknya telah melakukan Aksi Unjuk Rasa sebanyak 600 orang ke Kedubes India di Jakarta Selatan kemarin.

Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan untuk perjuangan rakyat Kashmir yang telah mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka dimana sekitar 200 ribu penduduk muslim yang tak bersalah telah terbunuh.

Menurut Azam, sejak 70 tahun lalu, India berusaha mengakui tanah Kashmir yang subur sehingga menjadi sengketa puluhan tahun lamanya dengan Pakistan.

“Kami memiliki tuntutan buat Pemerintah India agar segera menghentikan terorisme dan kekerasan serta pelanggaran HAM dengan secepatnya. Banyak penduduk yang tak bersalah ditangkap dan disiksa sehingga pelanggaran HAM terjadi berulang-ulang,” kata Azam dalam keterangan tertulisnya Sabtu (10/2/2018) kemarin.

Menurutnya, India, selalu berusaha membawa masalah Kashmir ke PBB untuk mengakuinya sebagai bagian dari India, sesuai dengan perjanjian tahun 1947 yang disepakati tiga pihak bersama Inggris dan Pakistan.

Azam menilai pembantaian tersebut sudah melanggar HAM dan melebihi terorisme.

"India selalu membawa masalah Kashmir ke PBB untuk mengakuinya sebagai bagiaan dari India. Namun hal ini tidak berhasil dan di tolak oleh PBB.karena rakyat kashmir ingin bergabung dengan Pakistan yang mayoritas Muslim," paparnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved