WartaKota/

Sering Salah Diagnosa, Dikira Cuma Kena TBC Ternyata Ada Kanker Paru

Umumnya, kanker paru disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan genetik atau gaya hidup yang tidak sehat.

Sering Salah Diagnosa, Dikira Cuma Kena TBC Ternyata Ada Kanker Paru
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sebanyak 20 persen pasien kanker di Indonesia merupakan pasien dengan kanker paru, sehingga menjadikan kanker paru sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Umumnya, kanker paru disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan genetik atau gaya hidup yang tidak sehat.

Kanker paru juga merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan penanganan medis secara intensif.

Kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian terkait penyakit kanker di seluruh dunia.

Studi Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) terbaru menyebutkan, terdapat 14,1 juta kasus baru kanker dengan jumlah kematian sebesar 8,2 juta.

Studi yang sama menemukan bahwa penyakit kanker paru merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada penduduk pria (30 persen) dan penyebab kematian kedua akibat kanker pada penduduk wanita (11,1 persen).

Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, menyebut prevalensi kanker untuk semua kelompok umur mencapai 1,4 orang per mil atau 347.392 orang.

Secara umum, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia mengenai penyakit kanker paru juga masih sangat rendah, dan beberapa dari pasien kanker paru mengalami kesalahan diagnosa yang sering divonis menderita TB atau TBC (tuberkulosis). Karenanya, banyak pasien kanker paru telat terdiagnosa dan akhirnya menurunkan kualitas hidup mereka.

Sebuah studi di RS Moewardi, Surakarta, menunjukkan bahwa 28,7 persen pasien kanker paru mengalami kesalahan diagnosa.

Mereka disebut menderita TB pulmonary dan akhirnya memiliki sejarah pengobatan anti-TB.

Halaman
123
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help