Menjelajah Kampung Merah Putih

Permukiman sebelah kiri jembatan bernuansa merah-putih. Sedangkan permukiman di sebelah kanan bernuansa warna-warni pelangi.

Menjelajah Kampung Merah Putih
Warta Kota/Intan Ungaling
Kampung Merah Putih di Tual 

Saat melintas di Jembatan Watdek, jembatan yang menghubungkan Kota Tual dengan Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, mata Anda akan tertumbuk pada permukiman warga yang dipulas mencolok. Permukiman sebelah kiri jembatan bernuansa merah-putih. Sedangkan permukiman di sebelah kanan bernuansa warna-warni pelangi.

Baca: Ini Cara Jitu Biar Tak Boros Saat Traveling

Permukiman di sekitar Jembatan Watdek ini dianggap sebagai pintu gerbang Kota Tual. Kampung-kampung berbatasan dengan perairan Laut Fair. Kapal-kapal kayu dan speedboat pun bersandar di dekat rumah-rumah mereka.

Sebagai gerbang Kota Tual, kampung yang dihuni warga Kiom dan Yarvuan ini memang ‘disulap’ menjadi penuh warna dan kreasi.

Wisatawan yang masuk permukiman Kampung Merah-Putih, disuguhi nuansa merah-putih mulai dari atap rumah hingga dindingnya. Anda juga disambut oleh para pahlawan bangsa. Sebut saja, Kapitan Pattimura, Proklamator Soekarno-Hatta, Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gusdur, serta pebulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky. Pahlawan bangsa ini ditampilkan dalam bentuk mural alias lukisan dinding di rumah-rumah warga.

Baca: Ini Dia Kabar Gembira bagi Anda Pecinta Traveling

Tulisan-tulisan yang membangkitkan semangat juga ditorehkan di tembok-tembok seperti ‘Katong Semua Basudara’, serta ‘Berbeda dan Merdeka’. Selain itu, dinding rumah juga dihiasi dengan gambar pemandangan alam Pulau Kei, kupu-kupu raksasa, dan bunga. Kupu-kupu raksasa ini kerap dijadikan objek selfie oleh masyarakat. Mereka berdiri di tengah-tengah di antara kedua sayap kupu-kupu yang membentang lebar.

Semakin masuk ke dalam permukiman tersebut, Anda disuguhi gambar-gambar yang menjadi tradisi masyarakat setempat. Misalnya, tradisi permainan warga setempat gaba-gaba, permainan yang menggunakan empat pelepah pohon sagu. Selain itu, kegiatan sehari-hari mereka pun diabadikan di dinding, seperti memancing atau berperahu.

Sedangkan di Kampung Pelangi, Anda disuguhi berbagai warna cerah seperti pelangi, Atap-atap dipulas warna merah, hijau, dan kuning. Tembok-tembok bagian luar rumah pun tak ketinggalan dicat senada.
Namun, dinding-dinding rumahnya belum diberi mural. Rencananya, pada masa mendatang, dinding-dinding rumah akan tampil lebih hidup dengan lukisan dinding. (Intan Ungaling)

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help