WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

Penyebab Transaksi e-Smart Hanya Dapat Rp 168 Jutaan

Transaksi peserta e-Smart industri kecil dan menengah senilai Rp 168 jutaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian masih kecil.

Penyebab Transaksi e-Smart Hanya Dapat Rp 168 Jutaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi pengusaha kecil 

WARTA KOTA, JAKARTA---Transaksi peserta e-Smart industri kecil dan menengah senilai Rp 168 jutaan yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian masih kecil dibandingkan dengan jumlah peserta e-Smart IKM 2017 yang mencapai 1.700 IKM.

"Kecil banget, karena ternyata dari 1.700 enggak semuanya yang jualan. Banyak produk-produk mereka yang enggak laku, ini yang akan kami evaluasi," kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih, seperti dilansir Antaranews.com.

Baca: Banyak Pengangguran, Warga Cikini Minta Pelatihan UKM

Selain mengevaluasi, Kementerian Perindustrian juga akan menambah jumlah lokakarya untuk IKM agar bisa semakin berkembang. Kementerian Perindustrian menargetkan ada 4.270 IKM untuk mengikuti workshop e-smart IKM tahun ini.

Baca: Pajak Atas Usaha Kecil Menengah (UKM)

E-smart IKM bertujuan meningkatkan akses pasar IKM melalui pemasaran internet, meningkatkan kemampuan IKM dalam akses bahan baku, teknologi dan modal, serta memberikan panduan bagi pengambil kebijakan di dalam fungsi program pembinaan IKM yang lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

Ada sembilan komoditas unggulan yang dikembangkan pemasarannya melalui pasar dalam jaringan, yaitu kosmetik, fesyen, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, mebel, herbal dan produk logam.

Dirjen IKM Kementerian Perindustrian menggandeng lima marketplace, yakni Belanja, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dan Shopee untuk melaksanakan Program e-Smart IKM guna menjembatani IKM masuk ke pasar dalam jaringan.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help