Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Kembali Melemah di Sore Hari

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antarbank di Jakarta kembali melemah 44 poin menjadi Rp 13.587, Kamis (8/2/2018) sore.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Kembali Melemah di Sore Hari
Antaranews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JAKARTA---Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS antarbank di Jakarta kembali melemah 44 poin menjadi Rp 13.587, Kamis (8/2/2018) sore dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.543.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (8/2) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp13.602 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.533 per dolar AS.

Ariston Tjendra, Kepala Riset Monex Investindo Futures, mengatakan, sentimen eksternal terutama dari Amerika Serikat mengenai kesepakatan anggaran menjadi salah satu faktor yang menopang dolar AS terapresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

"Para pemimpin senat AS menyepakati anggaran belanja pemerintah sehari sebelum tenggat waktu yang ditentukan mencapai 300 miliar dolar AS untuk program pertahanan dan domestik," kata Ariston seperti dilansir Antaranews.com.

Baca: BI Nilai Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah Hingga Rp13.600 Hanya Dinamika Jangka Pendek

Ariston mengatakan, pelemahan harga minyak mentah dunia turut memengaruhi pergerakan mata uang berbasis komoditas, di antaranya rupiah. Pelemahan harga minyak mentah dipicu cadangan minyak mentah dan meningkatnya produksi AS.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Sekuritas, mengatakan, pelemahan rupiah diharapkan dapat lebih terbatas ke depannya menyusul meningkatnya peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat dari Jepang.

Baca: Ini Penyebab Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah 67 Poin

Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) meningkatkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari BBB- (triple B minus) dengan outlook positif menjadi BBB (triple B) dengan outlook stabil.

"Kenaikan peringkat itu dapat meningkatnya keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia sehingga arus dana masuk ke dalam negeri dapat lebih deras," katanya.

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help