Home »

News

» Jakarta

Mohamad Taufik Setuju Kontraktor Rusunawa Harus Bayar Denda

Tapi ke depan, kata Taufik, perencanaan proyek-proyek menyangkut kepentingan publik seperti pembangunan rusunawa mesti benar-benar matang.

Mohamad Taufik Setuju Kontraktor Rusunawa Harus Bayar Denda
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Suasana proyek Rusunawa Nagrak 

WARTA KOTA, BALAI KOTA---Terlambatnya penyelesaian pembangunan Rusunawa Nagrak di Marunda, Jakarta Utara, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (DPPR) Pemprov DKI Agustino Dermawan, mengatakan, ketiga kontrator aka dikenakan denda sesuai aturan seperti yang dikatakan Iman Satria, Ketua Komisi D DPRD DKI.

Agustino mengatakan, alasan keterlambatan bermacam-macam, karena harus melakukan penghapusan aset, penandatangan kontraknya mundur, dan lainnya. ''Masalahnya beragam tapi masuk akal,'' katanya, Kamis (8/2/2018)

Menurut Agustino, pemberian waktu penyelesaian ini sudah dibicarakan dan disetujui DPRD DKI.

Baca: Terlambat Selesaikan Proyek, 3 Kontraktor Rusunawa Nagrak Didenda dengan Angka Fantastis

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, mengatakan, sejak Desember 2017 ketiga kontraktor itu melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat Pemprov DKI telah meminta kesempatan penyelesaian. Karena ada alasan itu maka DPRD DKI memberikan kesempatan penyelesaian itu.

"Bagus sekali Pemprov DKI kalau memang dikenakan dendanya," kata Taufik.

Tapi ke depan, kata Taufik, perencanaan proyek-proyek menyangkut kepentingan publik seperti pembangunan rusunawa mesti benar-benar matang. "Sehingga tidak perlu ada keterlambatan seperti ini lagi. Kasihan masyarakat harusnya sudah bisa pakai tapi belum," katanya.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help