WartaKota/

Cara Kota Bekasi Bantu Mengatasi Banjir di Kabupaten Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi membantu mengentaskan banjir yang terjadi di wilayah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Cara Kota Bekasi Bantu Mengatasi Banjir di Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ilustrasi banjir 

WARTA KOTA, BEKASI---Pemerintah Kota Bekasi membantu mengentaskan banjir yang terjadi di wilayah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Bantuan itu diimplementasikan dengan penambahan crossing Sasak Jarang di bawah ruas tol Jakarta-Cikampek dan Kalimalang, Bekasi Timur.

Dicky Irawan, Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, mengatakan, penambahan crossing ini sebetulnya untuk mengantisipasi banjir di wilayah Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Terutama di Perumahan Taman Narogong dan Pondok Hijau Permai (PHP) di Rawalumbu.

Banjir setinggi 50 centimeter hingga 1,5 meter itu bukan air kiriman dari Kabupaten Bogor, namun hujan lokal yang terjadi di wilayah setempat. Namun Perumahan Jatimulya di Kabupaten Bekasi juga ikut merasakan dampaknya karena letak geografisnya berdekatan dengan Rawalumbu.

"Pembangunan crossing Sasak Jarang memang sangat mendesak untuk menanggulangi banjir di wilayah Rawalumbu," kata Dicky, Kamis (8/2/2018).

Baca: Banjir Setinggi 1,5 Meter Menerjang Kota Bekasi

Dicky yakin banjir yang selama ini melanda warga setempat akan teratasi dengan crossing Sasak Jarang karena dimensinya sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selama ini, kapasitas crossing yang tersedia hanya 1,2 meter kubik per detik, namun dengan adanya penambahan ini maka daya tampung bertambah menjadi 4,4 meter kubik per detik.

Dia merinci, crossing memiliki kedalaman hingga 12 meter dengan panjang 48 meter di bawah aliran Kalimalang, dan panjang 59 meter di bawah ruas tol Jakarta-Cikampek.

"Crossing ini untuk melancarkan air di daerah aliran sungai (DAS) Sasak Jarang, karena selama ini ada yang tersendat. Pemicunya, debit air tidak sebanding dengan saluran," kata Dicky.

Dengan adanya penambahan ini, kata Dicky, maka debit air di wilayah hulu saluran tersebut dapat segera dialirkan ke hilir yaitu Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL). Dia menargetkan, sepekan lagi akan dioperasikan untuk menanggulangi banjir di Rawalumbu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help