Sri Mulyani Minta BUMN Jangan Kerjakan Proyek yang Diminati Swasta

BUMN akan dicegah mengikuti kontrak proyek infrastruktur senilai di bawah 40 juta dolar AS.

Sri Mulyani Minta BUMN Jangan Kerjakan Proyek yang Diminati Swasta
(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

WARTA KOTA, JAKARTA-  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pemerintah mendorong BUMN untuk lebih menguntungkan dan memastikan perusahaan tidak terlalu memaksakan diri dengan melakukan terlalu banyak proyek besar yang juga banyak dilirik swasta.

Karena itulah, Kemenkeu pun mengeluarkan peraturan baru yang akan mencegah BUMN atau anak perusahaannya mengikuti kontrak proyek infrastruktur senilai di bawah 40 juta dolar AS.

"Saya pikir ini umpan balik yang sangat bagus dari investor obligasi dan kapan waktu yang tepat, kami akan membawa hal ini dengan ukuran dan struktur yang tepat," ujar dia.

Namun Ani belum memastikan waktu peluncurannya. "Kita lihat saja nanti," kata dia.

Sebelumnya, Sri Mulyani Imengatakan dalam proyek pembangunan infrastruktur, pemerintah telah memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. 

"Presiden Jokowi sudah berkali-kali menyampaikan di sidang kabinet meminta seluruh kegiatan ekonomi termasuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur harus cukup memberikan ruang dan peran yang sama juga seimbang antara BUMN dan swasta," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan bahkan Presiden Jokowi telah menyampaikan instruksi itu secara langsung kepada Kementerian BUMN dan kementerian-kementerian lain agar bisa memberikan ruang yang seluas-luasnya agar swasta dapat berpartisipasi. "Pada dasarnya semua bidang kecuali dia dimasukkan kepada sesuatu yang harus 100 persen pemerintah itu terbuka untuk swasta.”

Pada kesempatan lain, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII, Armand Hermawan, mengatakan bahwa langkah aktif Pemerintah dalam membantu BUMN mencari pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur tersebut sangat sangat baik dan efektif.

Armand menambahkan bahwa partisipasi swasta termasuk BUMN dalam pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah strategis untuk optimalisasi penggunaan APBN maupun APBD menjadi kredibel, sehingga dalam penggunaannya dapat dialokasikan bagi sektor lain yang tidak kalah urgennya. Saat ini sudah banyak tersedia ruang investasi swasta termasuk BUMN serta investor asing, salah satunya dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Investor swasta lokal maupun asing saat ini memahami peluang-peluang yang sangat baik dalam berinvestasi dalam infrastruktur. Investor juga tidak perlu khawatir untuk mengambil opsi tersebut mengingat Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah banyak memberikan dukungan yang diperlukan" tuturnya.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved